
LEBAK,- Warga Desa Senang Hati, Kecamatan Malingping geram, pasalnya jalan yang baru seumur jagung selesai dibangun telah rusak kembali. Mereka menuntut perbaikan jalan dilaksankan seceptanya, Kamis (14/2/2019).
Diketahui, proyek pembangunan jalan dan jembatan pedesaan Kampung Panenjoan – Kampung Senang Hati di Desa Senang Hati, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak dengan hotmix AC/WC dan panjang 4,65 kilometer dan lebar 4 meter ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 3.858.860.000,-.
Ade, warga Desa Senang Hati, mengaku kecewa lantaran jalan yang belum lama ini selesai dibangun, saat ini kondisinya rusak. Bahkan dibeberapa titik aspal disepanjang jalan tersebut sudah tampak retak dan bergelombang.
Baca juga :
Baru Dibangun, Jalan Cipanas – Citando Kembali Rusak
“Ya gak nyangka jalan belum lama dibangun sudah rusak lagi. Tadinya warga sudah senang karena jalan ini dibangun. Tapi belum lama selesai di bangun sudah pada rusak lagi, tuh sebelah sana pernah sampai ditanam pohon pisang pak,” keluh Ade kepada wartawan, Kamis (14/2/2019).
Menurutnya, jalan yang rusak itu rencananya akan diperbaiki lagi. Namun hingga kini belum ada realisasi.
Baca juga :
Anggota DPRD Lebak Soroti Jalan Cipanas – Citando
“Ya dengar-dengar sih mau diperbaiki lagi. Tapi enggak tau kapan dimulainya. Padahal dibeberapa titik jalan yang rusak sudah ditandai cat pylox,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang Perangkat Desa setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, beberapa titik jalan yang diberi tanda itu sudah berlangsung lama, tapi belum juga diperbaiki.
“Seingat saya tanda cat pylox ini sudah hampir satu bulan. Tapi belum juga diperbaiki sampai sekarang,” terangnya.
Dia menambahkan, selama ini warga sudah geram. Pasalnya, jalan tersebut baru selesai dibangun, tapi kondisinya sudah rusak lagi.
Baca juga :
Jalan Penghubung di Desa Rahong Rusak Parah
“Ya banyak sih yang menanyakan dan mengangadu masalah kerusakan jalan ini. Tapi, ya mau gimana lagi, itu bukan kewenangan desa. Apalagi saya hanya sebagai pegawai bawahan,” katanya.
Terpisah, Bucek aktivis BakSel mendesak kepada pemerintah dan pelaksana proyek agar segera memperbaiki jalan tersebut.
“Jelas kualitas pembangunan jalan ini sangat buruk, karena baru saja selesai dibangun sudah rusak. Kami minta pemerintah segera memberikan teguran dan sanksi tegas kepada kontraktornya,” tegas Bucek.
Hal yang sama juga diungkapkan, salah seorang tokoh masyarakat setempat, Ato mengaku kesal terhadap kontraktor yang kerjaanya asal-asalan.
“Pemerintah daerah jangan menutup mata terhadap kontraktor yang kerjaanya kurang bagus. Berikan sanksi tegas pada mereka. Karena pembangunan jalan ini dibiayai oleh uang rakyat yangbdibayarkan lewat pajak,” tukasnya. (Kus).

































