Ibu Profesional Banten Road Show Ke Rangkasbitung

Salah seorang peserta tengah mempraktekan pengolahan sampah rumah tangga menjadi pupuk cair yang digagas oleh IP Banten. (Foto/Dok).

LEBAK,- Komunitas Ibu Profesional (IP) Banten mengadakan acara road show keliling Banten. Dari sekian banyak kota -kota besar di Provinsi Banten, rangkaian road show IP Banten yang dipimpin langsung oleh Ibu Kishartati sebagai Leader IP Banten ini memilih kota kecil Rangkasbitung yang terletak di Kabupaten Lebak menjadi tujuan pertama road show.

“Alhamdulillah kegiatan road show IP Banten disambut hangat oleh member kami yang ada di Rangkasbitung ini,” kata Leader IP Banten Kishartati, kepada Orbit Banten, Selasa (18/9/2018).

Road show kali ini, kata Kishartati, selain untuk menjalin silaturahmi dengan member Rangkasbitung, juga untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang keberadaan Komunitas Ibu Profesinal Banten.

Kishartati menjelaskan, komunitas IP Banten merupakan komunitas Ibu-ibu yang bergerak untuk mencerdaskan Ibu-ibu di seluruh penjuru negeri. Bukan hanya Ibu yang bekerja diranah domestik saja, kata Kishartati, tapi juga ibu yang bekerja diranah publik pun ikut bergabung di komunitas IP Banten.

“Kita memiliki cita-cita bersama untuk mewujudkan keluarga produktif dan berkualitas,” ujarnya.

Lebih lanjut Kishartati mengatakan, acara road show ini selain diisi dengan pengenalan komunitas, pihaknya juga memberikan pelatihan “Zero Waste” kepada Ibu-ibu. Pelatihan tersebut digagas seiring dengan meningkatnya jumlah sampah rumah tangga yang terus menumpuk.

“Akhirnya kami sepakat untuk bersama-sama bagaimana mengatasi permasalahan ini, dimulai dengan mengenal jenis-jenis sampah sampai bagaimana mengolah sampah rumah tangga ini menjadi barang yang bisa digunakan kembali,” terangnya.

Sementara itu, PJ Wilayah Rangkasbitung, Saroh mengungkapkan, bahawa peserta yang hadir dalam kegiatan ini tampak antusias saat mengikuti edukasi Zero Waste. Peserta yang terbagi kedalam kelompok-kelompok kecil ini langsung mempraktikan apa yang perlu dilakukan nanti ketika sampai di rumah. Seperti mengolah sampah organik menjadi pupuk cair.

“Selain membuat pupuk peserta pun diajarkan mengubah sampah pelastik kemasan makanan atau sejenisnya menjadi kantong belanja yang cantik,” katanya.

Menurutnya, tidak kalah seru dari pembuatan pupuk dan kantong, peserta juga tampak bersenang-senang ketika melinting koran bekas menjadi keranjang-keranjang yang bisa kami manfaatkan untuk wadah di rumah.

“Kalau tangannya ajaib mah sampah aja bisa jadi cantik ya,” kata Ibu Muth disela-sela pelatihan.

Pihaknya berharap, semoga dengan acara seperti ini banyak masyarakat mengenal lebih jauh kegiatan Ibu Profesioan Banten, dan menjadi semakin banyak ibu teredukasi sehingga menghasilkan keluarga yang produktif dan berkualitas.

“Karena langkah besar dimulai dari langkah yang kecil. Dan kesuksesan dimulai dari organisasi terkecil yaitu keluarga,” tandasnya. (Deni).