TANGERANG,- Penanganan sampah masih menjadi pekerjaan rumah yang harus ditangani seiur oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pasalnya, keberadaan tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Reduce, Reuse, Recycle (3R) belum berfungsi secara optimal.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komfak Tehnik Universitas Pamulang menilai, pengelolaan sampah melalui TPST 3R di Tangsel belum dijalankan dengan optimal. Pasalnya, dari data yang dihimpun Tangerang Public Transparency Watch (TRUTH) dari 44 TPST 3R yang dicanangkan Pemkot Tangsel, baru ada 16 TPST 3R yang sudah berfungsi.
“Seharusnya dengan perencanaan yang matang dari Dinas LH dan Kebersihan, ke-44 TPST 3R itu harusnya sudah berfungsi secara optimal untuk mengurangi penumpukan sampah di Tangsel,” kata Ketua Umum HMI Komfak Tehnik Universitas Pamulang Leo Purnama, Rabu (24/10/2018).
Baca juga :
Samakan Persepsi, Tim Penggerak PKK Tangsel Gelar Rakerda
Selain itu, kata Leo, permasalahan juga datang dari masyarakat yang menjadi pengrajin daur ulang sampah. Karena sampah-sampah yang sudah diolah menjadi kompos atau kerjainan tangan tersebut masih terkendala dalam pemasaran.
“Pemerintah juga harus turut andil dalam memasarkan produk hasil pengelolaan sampah. Sehingga punya nilai jual tinggi yang berdampak pada pendapatan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Leo, kinerja DLH dan Kebersihan Kota Tangsel dalam pengelolaan sampah tidak maksimal. Pasalnya, saat dimintai keterangan terkait TPST 3R dalam Forum Komunikasi Publik yang digagas PATTIRO tersebut, pihak DLH mengelak dengan alasan, permasalah pembangunan TPST 3R mesti melibatkan Dinas Tata Ruang Kota.
Baca juga :
Razia Pekat, Satpol PP Lebak Jaring Lima Pasangan Mesum dan Dua PSK
“Kami menilai ada pemborosan anggaran dalam pembangunan TPST 3R, karena dari 44 TPST 3R yang dibangun namun faktanya hanya ada 16 yang berfungs. Karena permasalahan sampah ini berdampak buruk bagi kehidupan masyarakat seperti, menimbulkan aroma bau busuk, lingkungan menjadi kumuh dan kotor. Serta jika sampah itu dibiarkan menumpuk di selokan atau sungai bisa menyebabkan bencana banjir,” tandasnya. (Riz/Deni).






































