Seorang Warga di Malingping Tagih Janji Pemerintah Soal Program Bedah Rumah

Uum Umamah, warga Kampung Binglu, Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping sedang termenung menanti janji program bedah rumah dari pemerintah. ( foto/Kus ).

LEBAK,- Program bedah rumah sejatinya menjadi harapan bagi masyarakat kurang mampu untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak. Akan tetapi, lain halnya dengan yang dialami seorang warga di Kampung Binglu, Desa Sukaraja, Kecamatan Malingping yakni Uum Umamah (50).

Uum, janda paruh baya ini mengaku pernah didata untuk mendapatkan program bantuan bedah rumah dari pemerintah provinsi Banten. Namun hingga saat ini program bedah rumah tersebut tak kunjung datang.

“Dulu rumah saya ini katanya mau mendapatkan bantuan bedah rumah dari pemerintah provinsi Banten senilai Rp 50 juta, tapi sampai sekarang bantuan tersebut belum juga ada. Padahal sebelumnya saya pernah diajak untuk menghadiri sosialisasi program bedah rumah bahkan hingga ke Bogor,” kata Uum saat ditemui wartawan di kediamanya, Rabu (11/3/2020).

Uum mengungkapkan, sebelumnya rumah gubuk yang ditempatinya saat ini sudah dimasukan kedalam daftar penerima program bedah rumah dari provinsi Banten. Tapi faktanya, hingga saat ini belum terealisasi.

“Saya merasa kecewa karena tidak ada penjelasan soal bedah rumah ini,” ungkapnya.

Saat ini, untuk mencukupi kebutuhan hidup bapak angkat dan anaknya yang masih duduk dibangku sekolah kelas XI SMKN di Malingping hanya mengandalkan dari upah jualan tempe dan tahu milik tetangganya. Itupun jika jualan laku terjual. Tapi jika jualannya tidak laku mereka kadang tidak makan.

“Kalau jualan tempe dan tahu keliling saya laku baru saya dikasih upah, kalau gak laku mah ya barangnya dikembalikan lagi kepemiliknya dan tidak mendapatkan upah,” katanya.

Uum juga mengaku hingga saat ini, ia belum pernah menikmati yang namanya program bantuan dari pemerintah baik pusat ataupun daerah.

Bahkan setiap ada pembagian beras dari pemerintah, Uum tidak pernah mendapatkannya. Bahkan ia juga sering memaksakan diri untuk datang ketempat pembagian beras jika mendengar informasi dari warga soal bantuan beras.

“Tapi setelah datang keempat itu saya tidak dikasih karena yang dikasih beras bantuan itu yang memiliki kupon. Kalau saya gak punya kupon terpaksa saya pulang dengan tangan kosong,” tukasnya.

Sementara soal program bedah rumah yang pernah di janjikan oleh pemerintah, Uum kini hanya bisa pasrah dan ikhlas atas janji yang diingkari oleh pemerintah. (Kus).