
LEBAK – Komunitas pendukung kolom kosong yang tergabung dalam Barisan Juang Kolom Kosong (Baju Koko) kembali menyambangi kantor KPU Kabupaten Lebak, Senin, (12/03)
Mereka meminta KPU Lebak lebih extra dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Pasalnya, hingga saat ini masih banyak masyarakat Lebak yang belum paham terkait mekanisme pemilihan calon tunggal dan kolom kosong, sehingga dikhawatirkan minat masyarakat untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjadi berkurang.
“Dengan hanya ada satu paslon ini, kami minta kepada KPU Lebak untuk lebih tegas dan ekstra keras dalam memyampaikan sosialisasi ke masyarakat bahwa ada dua pilihan yaitu kolom kosong dan calon tunggal. Dan Kolom Kosong itu sah untuk dicoblos,” kata panglima Baju Koko, Hakiki Hakim, usai melakukan audiensi di kantor KPU Lebak.
Pihaknya meminta, KPU harus lebih tegas dalam menyampaikan materi sosialisasi Pilkada kepada masyarakat, dan menjelaskan bahwa Kolom Kosong itu sah jika dipilih.
Selain itu, Hakiki pun meminta agar anggaran untuk pengadaan Alat Peraga Kampanye (APK) yang sudah direncanakan dialihkan untuk biaya sosialisasi. Hakiki menjelaskan, sebelumnya KPU Lebak telah merencanakan anggaran APK untuk lima pasangan calon.Â
“Berdasarkan keterangan yang disebutkan KPU, saat ini anggaran untuk APK 3 paslon yang tidak terpakai sudah dikembalikan ke Kas daerah sebesar Rp 2,8 miliar dan dialihkan oleh Pemda untuk kegiatan lain,” ujarnya.
Kehadiran belasan komunitas pendukung Kolom Kosong Pilkada Lebak ini disambut baik oleh pihak KPU Lebak. Dua komisioner KPU Lebak, Cedin R Nurdin dan Ace Sumirsa Ali menerima audiensi Baju Koko. (Alvin).


































