
LEBAK, – Wajah pucat serta tatapan matanya yang kosong nampak pada Masni (42) warga Kampung Panyandungan RT 09/ RW 01, Desa Binong, Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten ini tatkala harus mengingat putrinya Siti Aminah (29) yang sudah lebih dari 12 tahun menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Arab Saudi, namun hingga kini tak kunjung mendapat kabar tentang keberadaan putrinya.
Mulutnya tak mampu lagi berucap dan tertutup rapat lantaran himpitan rasa rindu yang begitu mendalam. Ia hanya bisa menangis
Tubuhnya kini tampak lemas dan sering sakit-sakitan. Jiwanya terguncang jika mendengar kabar kepulangan tetangga yang menjadi TKI diluar negeri. Sekarang, yang ada dalam harapan Masni hanyalah kepulangan anaknya.
Baca juga :
Belasan Tahun Menanti Kabar Anak di Arab Saudi
Among, ayah Siti Aminah mengatakan, anaknya menjadi TKW di Arab Saudi berangkat sejak tahun 2006. Selama Aminah berada di Arab Saudi tidak pernah memberi kabar kepada pihak keluarga. Ia mengaku sudah berusaha mencari informasi melalui beberapa tetangga yang juga menjadi TKW di Saudi juga mengaku tidak mengetahui.

Bahkan, pihak keluarga juga sudah mendatangi kantor PJTKI (PT Arafah,-red) yang dulu memberangkatkan Aminah. Namun perusahaan tersebut juga sudah bubar.
“Saya dan keluarga bingung mencari kabar Aminah. Agen penyalur TKI yang memberangkatkan juga tidak tahu,” katanya,” kata Among saat ditemui Orbit Banten dikediamanya, Jumat (20/7/2018).
Lebih lanjut Among menuturkan, sempat ada harapan setelah mendapat nomor kontak majikan Aminah yang ada di Arab Saudi dari salah seorang agen penyalur TKI yang merekrut Aminah. Namun setiap kali dihubungi, pihak keluarga tidak pernah diberi kesempatan bicara langsung dengan Aminah.
“Mudah-mudahan ada yang bersedia membantu menemukan keberadaan anak saya bagaimanapun kondisinya. Saya berharap pemerintah Indonesia melalui Dinas terkait bisa mencarikan solusi agar anak kami bisa kembali,” harapnya.
Sementara itu, Sekretaris Desa Binong Dedih Wahyudi mengaku prihatin atas peristiwa yang menimpa warganya. Pasalnya, sudah belasan tahun keluarga ini hilang komunikasi dengan anaknya yang bekerja di Arab Saudi.
“Kami dari pihak Desa bersama Kecamatan akan berupaya membantu mencari keberadaan Aminah sesuai kapasitas yang kami miliki,” katanya.
Pihaknya menegaskan, akan membantu melacak keberadaan TKW tersebut semaksimal mungkin. Namun demikian upaya ini akan butuh waktu lama, karena tidak ada satu pun salinan dokumen yang dipegang keluarga.
“Ya mudah-mudahan Aminah segera ditemukan, kasihan orang tuanya sampai depresi. Siapa sih yang gak rindu sama anaknya berpisah sampai belasan tahun dan tidak tahu keberadaanya,” tandasnya. (Deni).


































