LEBAK – Kawasan “Negeri di Atas Awan” Citorek di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, terus memikat hati wisatawan. Dari punggungan Gunung Luhur, pengunjung disuguhi lautan awan yang menutupi lembah pada pagi hari, berpadu dengan keindahan matahari terbit dan perbukitan hijau yang menyejukkan pemandangan. Panorama inilah yang menjadikan Citorek sebagai salah satu ikon wisata alam unggulan di Banten Selatan.
Selain menikmati keindahan awan, wisatawan bisa melakukan beragam aktivitas seperti berkemah, trekking menuju titik-titik pandang lain seperti Puncak Bangku, hingga menjelajahi desa untuk merasakan suasana pedesaan yang asri. Beberapa lokasi di jalur menuju Citorek juga menawarkan atraksi tambahan, misalnya kebun stroberi yang dapat dipetik langsung, meskipun promosi dan penanda lokasi masih perlu diperkuat agar mudah dijangkau pengunjung.
Namun, Citorek bukan sekadar menyuguhkan wisata alam. Wilayah ini juga menjadi pusat kehidupan Kasepuhan Citorek, komunitas adat yang menjaga tradisi leluhur dalam bertani dan mengelola hasil bumi. Rumah adat yang masih kokoh berdiri, lumbung padi (leuit) yang terus difungsikan, serta tata cara bercocok tanam tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya lokal. Apalagi di Citorek Barat Kasepuhan Cibedug yang terhubung dengan situs megalitik Lebak Cibedug, menambah kekayaan nilai sejarah dan budaya kawasan ini.
Keaslian budaya yang masih terjaga tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan paket wisata berbasis edukasi, di mana wisatawan bisa belajar langsung tentang tradisi pertanian, arsitektur rumah adat, hingga nilai kearifan masyarakat lokal. Kelompok Kehadiran Sadar Wisata (Pokdarwis) di desa-desa sekitar juga memperkuat upaya pengelolaan pariwisata yang lebih terarah dan berkelanjutan.
Pemerintah pusat maupun daerah kini tengah menata kembali infrastruktur di sejumlah titik prioritas agar konektivitas tetap terjaga, karena kelancaran akses sangat berpengaruh terhadap kunjungan sekaligus wisata perekonomian warga sekitar.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Linda Rohyati Fatimah, menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan pariwisata berbasis alam dan budaya. Linda menekankan bahwa promosi wisata harus tetap menghormati adat dan kearifan lokal.
Linda juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam pengembangan pariwisata. “Kami mendorong kerja sama pemerintah, komunitas, dan industri agar Citorek bisa berkembang secara seimbang. Wisatawan dapat merasakan pengalaman yang berkesan, masyarakat mendapat manfaat ekonomi, sementara budaya dan alam tetap terjaga,” ungkapnya.
Dengan kombinasi lanskap “laut awan” yang menawan, kekayaan budaya Kasepuhan Citorek, serta dukungan kebijakan pemerintah yang berpihak pada adat, Citorek berpeluang besar menjadi destinasi wisata unggulan Banten yang tidak hanya indah, tetapi juga beretika dan berkelanjutan.(hin/adv)



































