LEBAK – Parhan, wisatawan yang hilang terseret ombak di Pantai Pasir Putih di Blok Ciantir, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, ditemukan tewas oleh nelayan tidak jauh dari lokasi tenggelam pada Senin (13/11) sekira pukul 6.00 WIB. Korban langsung dievakuasi tim SAR dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Jakarta Timur.
Kapolsek Bayah AKP Sadimun mengatakan, korban ditemukan mengambang di Pantai Pasir Putih tidak jauh dari lokasi terseret ombak. Jasad korban dievakuasi tim SAR dari pantai untuk diserahkan kepada keluarga yang telah menunggu di Sawarna sejak Sabtu lalu.
“Setelah dua hari dilakukan upaya pencarian, korban yang terseret ombak pantai akhirnya ditemukan,” kata Sadimun kepada Orbit Banten, Senin (13/11).
Mantan Kapolsek Cibadak ini menyatakan, pencarian korban tenggelam asal Jakarta tersebut sempat terkendala ombak besar, sehingga menyulitkan tim untuk melakukan penyisiran. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan niat anggota tim SAR untuk mencari Parhan.
“Kemarin, proses pencarian terkendala ombak besar. Tapi, hal itu tidak menyurutkan semangat tim untuk terus mencari Parhan,” ujarnya.
Ketua Balawista Lebak Erwin Komara Sukma membenarkan, wisatawan asal Jakarta yang terseret ombak pada Sabtu lalu telah ditemukan. Pertama kali, jasad parhan ditemukan nelayan. Selanjutnya, penemuan mayat tersebut disampaikan kepada tim SAR.
“Sekarang, jasad Parhan sudah dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, pada Sabtu (11/11) sekira pukul 7.30 WIB, tujuh orang wisatawan asal DKI Jakarta digulung ombak pasir putih di Blok Ciantir, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah. Satu orang wisatawan bernama Parhan (16), warga Kelurahan Cipinang Timur, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, hilang terseret derasnya arus ombak.
Sekretaris Desa Sawarna Lili Suhaeli menyatakan, rombongan wisatawan asal Jakarta berenang di Pantai Pasir Putih. Anggota balawista sudah mengingatkan para wisatawan untuk tidak berenang di lokasi tersebut, karena arus ombak di sana cukup deras. Namun, peringatan yang disampaikan balawista diabaikan. Tidak lama kemudian, ombak menerjang, empat orang langsung menepi dan tiga orang terseret ombak.
Tim dari balawista yang ada di lokasi langsung melakukan upaya penyelamatan dan berhasil menyelamatkan dua orang, yakni Randi dan Jaelami. Namun, Parhan tidak bisa diselamatkan dan hilang terseret ombak pantai pasir putih.(Deni Sopandi)



































