Dua Pekan Jelang Puasa, Harga Telur Ayam di Rangkasbitung Naik

Salah seorang pedagang sedang melayani konsumen di pasar Rangkasbitung, Rabu 2/5 (Foto/Deni).

LEBAK, – Dua pekan jelang bulan puasa 2018, harga telur ayam di pasar tradisional Kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mulai merangkak naik dalam tiga hari belakangan.

“Harga ayam ras di pasaran mulai naik, yang semula Rp 23 ribu menjadi Rp 24 ribu. Kenaikan tersebut terjadi di akhir April 2018 lalu,” kata  Kepala Seksi Pengadaan dan Penyuluhan Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak Ihda Thifla Bayiza, Rabu (2/5).

Kenaikan harga tersebut, kata Ihda, masih dalam batas kewajaran. Berkisar Rp 1000 perkilo. Naiknya harga telur disebabkan oleh faktor tingginya permintaan menjelang puasa.

“Kondisi ini kerap terkajadi ketika memang mau menghadapi hari-hari besar. Seperti sekarang ini mau puasa dan lebaran,” ujarnya.

Menurutnya Ihda, selain telur sejumlah kebutuhan bahan pokok juga di prediksi akan mengalami kenaikan. Namun, pihaknya mengaku belum bisa mengetahui berapa besar kenaikan harga tersebut.

“Kebutuhan bahan poko diprediksi bakal naik. Terutama minyak goreng, daging ayam, daging sapi yang paling banyak dibutuhkan masyarakat,” bebernya.

Ihda menambahkan, harga minyak goreng sementara ini dikisaran Rp 14.000 – 15.000, untuk daging ayam Rp 34.000 – Rp 36.000, untuk daging sapi Rp 118.571 – 120.000. Sementata untuk harga bumbu dapur masih stabil, seperti halnya cabai merah keriting berkisar Rp 41.429 perkilo dan Cabai merah besar Rp 50.000.

“Sedangkan untuk cabai rawit Rp 28.857 perkilonya. Adapun untuk  bawang merah mengalami kenaikan sekitar dua ratus rupiah, dari sebelumnya Rp 28.000 menjadi Rp 28.286,” tandasnya. (Yusup).