Empat Kecamatan di Lebak Diterjang Longsor

LEBAK – Bencana tanah longsor yang menerjang empat kecamatan di Kabupaten Lebak menyebabkan belasan rumah rusak dan akses transportasi masyarakat terputus. Empat wilayah kecamatan yang dilanda bencana tanah longsor, yakni Kecamatan Cilograng, Panggarangan, Cibeber, dan Kecamatan Sobang.
“Longsor terjadi pada Sabtu (11/11) sore. Sebelum terjadi longsor, wilayah kecamatan tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, Kaprawi, Minggu (12/11).
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, wilayah Lebak merupakan zona merah bencana longsor. Kontur tanah yang berbukit membuat potensi terjadinya bencana longsor cukup tinggi. Untuk itu, beberapa kecamatan di Lebak sering dilanda bencana longsor yang menyebabkan kerugian materi yang cukup besar.
“Bencana longsor yang terjadi di Cilograng menyebabkan 11 rumah rusak. Dua rumah rusak berat dan sembilan rumah rusak ringan. Lokasi longsor di Cilograng berada di dua desa, yaitu Desa Cijengkol delapan rumah dan Desa Pasir Bungur tiga rumah,” jelasnya.
Anggota DPRD Lebak asal Cibeber Iip Makmur menyatakan, telah meninjau lokasi tanah longsor di Kampung Cibeber, Desa Cijengkol, Kecamatan Cilograng. Dua rumah warga dindingnya jebol setelah diterjang material longsor dari tebing setinggi empat meter lebih. Sebelum terjadi longsor, hujan deras disertai petir dan angjn kencang melanda wilayah Cijengkol.
“Warga sudah membersihkan meterial longsor bersama anggota TNI, staf desa, dan pemerintah kecamatan,” ujarnya.
Iip berharap, masyarakat yang berada di zona merah bencana longsor untuk waspada terhadap ancaman longsor susulan. Jika hujan deras dengan intensitas tinggi turun, masyarakat yang tinggal di dekat tebing atau perbukitan lebih baik untuk mengungsi ke lokasi yang aman.
“Kita harus waspada. Apalagi, sekarang sudah memasuki musim penghujan,” kata politikus PKS ini.(Deni Sopandi)