
LEBAK, – Jembatan penghubung antara Kampung Peucangpari dan Cibayawak di Desa Pagelaran, Kecamatan Malingping, Lebak – Banten dikeluhkan. Pasalnya jembatan yang hanya beralaskan kayu kelapa tersebut sudah rapuh dan banyak yang rusak, sehingga menghawatirkan pengguna jalan.
Raheli salah satu warga setempat mengatakan, jembatan yang memiliki panjang 28 meter dan lebar 3 meter tersebut merupakan akses warga dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Jembatan tersebut saat ini kondisinya sangat menghawatirkan.
“Jembatan ini sudah lama enggak diganti dan terlihat sangat rapuh. Saat melintas kadang merasa was-was dan hawatir terperosok karena lantai jembatan dari pohon kayu itu sudah rapuh dan bolong – bolong,” katanya kepada wartawan, Jumat (13/3/2020).
Dia mengungkapkan, jembatan yang hanya beralaskan kayu kelapa tersebut sudah rapuh. Akibatnya, mudah patah saat dilintasi kendaraan besar.
“Tadi pagi juga ada kejadian sebuah truck pengangkut ayam ternak terperosok. Akibatnya kendaraan yang akan melintas terganggu hingga membuat macet,” ungkapnya
Kepala Desa Pagelaran, Herliawati mengatakan, pihak desa sudah mengajukan pembangunan jembatan tersebut sejak tahun 2016. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.
“Proposal pengajuan pembangunan jembatan ini sudah sering di ajukan setiap tahun kepada pemerintah Kabupaten maupun Provinsi, namun hingga sekarang belum ada realisasi,” katanya.
Herliawati berharap, pemerintah Kabupaten atau provinsi segera merealisasikan pembangunan jembatan tersebut. Mengingat keberadaan jembatan ini sangat dibutuhkan warga. (Kus).



































