
LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak telah membentuk tim verifikasi untuk mendata semua kerusakan akibat gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.
Tercatat sebanyak 1.834 infrastruktur yang terdampak gempa mulai dari gedung, sekolah, rumah, dan fasilitas lainya, dengan rincian sebanyak 1.337 rusak ringan (RR), 269 rusak sedang (RS), dan 228 rusak berat (RB) yang tersebar di 90 desa dari 22 kecamatan.
Tim yang beranggotakan sebanyak 40 orang tersebut akan bekerja selama tiga hari mulai 27 sampai dengan 29 Januari 2018 untuk melakukan verifikasi lapangn dan mencatat tingkat kerusakan bangunan yang terdampak.
“Tim ini nantinya akan melakukan verifikasi lapangan untuk mengetahui tingkat kerusakan bangunan rumah masyarakat, fasilitas umum, dan fasilitas sosial,” kata Koordinator Penanggulangan Bencana Pemkab Lebak Budi Santoso kepada Orbit Banten, Jumat (26/01).
Baca juga :
Lebak Diguncang Gempa Ke-Empat, BMKG : 5,2 SR
TNI dan Polri Bersinergi Untuk Membantu Korban Terdampak Gempa di Lebak
Bupati Lebak Minta Polisi Usut Penyebar Info Hoax Soal Gempa di Lebak
BPBD Distribusikan Bantuan Kepada Korban Gempa Bumi
Menurutnya, tidak menutup kemungkinan data bangunan yang terdampak akan berubah. Karena sampai saat ini gempa bumi masih terjadi meski skalanya tidak besar. Apalagi dengan kondisi cuaca ekstrim seperti sekarang ini.
“Bisa saja yang awalnya kategori ringan setelah beberapa hari berubah menjadi rusak sedang. Tapi bisa juga malah sebaliknya dari awalnya rusak berat setelah diverifikasi oleh tim jadi rusak ringan,” ujarnya.
Seperti diketahui sebelumnya, gempa bumi berkekuatan 6,1 SR yang terjadi pada Senin (23/01) lalu, menghancurkan ribuan rumah dan fasilitas umum lainya di wilayah Lebak Selatan.
Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,1 terjadi dengan koordinat episenter pada 7,23 LS dan 105,9 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 km arah selatan Kota Muara Binuangeun, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten pada kedalaman 61 km. (Deni).

































