Bupati Lebak Minta Polisi Usut Penyebar Info Hoax Soal Gempa di Lebak

Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya dan Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi beserta rombongan tengah beristirahat di aula kantor kecamatan Panggarangan pasca meninjau lokasi terdampak gempa, Rabu 24/01 kemarin, (Foto/Deni).

LEBAK – Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meminta jajaran kepolisian mengusut penyebar hoax (Berita palsu) soal gempa yang mengguncan sebagian besar wilayah Lebak Selatan yang terjadi pada Senin (23/01) lalu. Khususnya soal akan terjadinya gempa susulan dan hancurnya sebuah mesjid maupun jalan.

“Saya berharap yang menyebarkan berita-berita hoax itu bisa diusut, karena telah menimbulkan kepanikan pada masyarakat,” kata Iti Octavia Jayabaya kepada Orbit Banten, Rabu (24/01) kemarin.

Menurutnya, informasi hoax yang beredar di media sosial mengenai gempa di Lebak, selain merugikan juga membuat warga panik.

“Informasi hoax ini merugikan kita semua, khususnya masyarakat yang berada di pesisir pantai. Saya sudah meninjau ke lokasi, dan kenyataanya tidak separah yang diberitakan,” ujarnya.

Iti Octavia meminta warga Lebak, selain mempercayai informasi dari BMKG atau instansi resmi, juga harus berhati-hati dalam menyebarkan informasi jika belum terverifikasi dan berasal dari sumber yang tidak jelas.

“Masyarakat jangan mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial, terlebih informasi itu berasal dari sumber yang lemah,” harapnya.

Menanggapi informasi yang beredar di media sosial, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menyatakan bahwa informasi tersebut tidak semuanya benar.

“Saat ini kan masih terjadi gempa susulan dan guncangannya tidak lebih dari 6,1 SR, dan saya minta masyarakat tidak usah panik. Perlu diklarifikasi juga bahwa, ada beberapa gambar yang beredar di media sosial, banyak sekali rumah warga yang rusak parah dan itu ada sebagiannya yang hoax. Namun setelah kita tinjau ke lokasi, ternyata kenyataanya tidak separah itu,” tukasnya. (Deni).