LEBAK- Hore, warga Kabupaten Lebak kini sudah mulai menggunakan gedung baru Stasiun Rangkasbitung Ultimaten. Sebab, stasiun kebanggan warga Kabupaten Lebak ini mulai di uji coba Selasa (25/11).
Stasiun Rangkasbitung Ultimate memiliki tujuh lift, lima eskalator, musala, empat toilet, empat akses pintu masuk, dua area drop off sisi Selatan dan Utara, ruang laktasi, toilet disabilitas, 15 gate, 15 ruangan, area tenant dan JPO (Jembatan penyeberangan orang).
Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) melaksanakan sosialisasi uji coba pengoperasian gedung baru Stasiun Rangkasbitung.
Kegiatan ini menjadi tahap penting sebelum operasional penuh, sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai penyesuaian alur layanan dan penggunaan fasilitas baru.
Pengembangan Stasiun Rangkasbitung dilakukan untuk menjawab kebutuhan transportasi masyarakat yang terus meningkat. Dengan kapasitas pelayanan yang kini dapat mencapai hingga 83.000 penumpang per hari dari sebelumnya sekitar 26.000 penumpang stasiun ini hadir dengan desain bangunan yang lebih luas, modern, dan terhubung dengan moda transportasi lain di sekitarnya.
Ferdian Suryo Adhi Pramono, Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta, mengatakan pengoperasian Stasiun Rangkasbitung mulai di uji coba pada Selasa (25/11).
“Pada bangunan baru ini, penataan ruang dilakukan secara lebih terstruktur mulai dari area concourse, ruang operasional, area komersial, hingga fasilitas publik seperti ruang tunggu, musala, ruang laktasi, toilet umum, dan toilet ramah disabilitas,” kata Ferdian saat berada di Stasiun Rangkasbitung, Selasa (25/11).
Untuk mendukung transportasi penumpang, tersedia 7 lift, 5 eskalator, 15 gerbang tiket otomatis, 4 akses masuk, serta sistem keamanan berbasis CCTV 24 jam. Fasilitas ini dirancang agar ramah untuk seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas, lansia, dan pengguna dengan mobilitas terbatas.
Ferdian menjelaskan, progres pembangunan gedung baru Stasiun Rangkasbitung telah mencapai 94,39%, meliputi pembangunan gedung sebesar 97,89%, fasilitas operasi 96,36%, penataan jalur dan emplasemen 95,88%, serta pembangunan selasar dan ramp JPO sebesar 44,21%.
“Melalui uji coba ini, pemerintah memastikan seluruh sistem teknis, prosedur, dan pelayanan publik dapat diuji sebelum diimplementasikan penuh,” tuturnya.
Ani pengguna kereta, menyampaikan apresiasinya yang tinggi terhadap pembangunan Stasiun Rangkasbitung Ultimate. Ia mengatakan bahwa stasiun baru ini sangat modern dan nyaman, memberikan pengalaman perjalanan yang lebih baik bagi pengguna KRL.
“Desain stasiun yang ramah lingkungan dan fasilitas yang lengkap sangat membantu meningkatkan kenyamanan perjalanan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembangunan Stasiun Rangkasbitung Ultimate ini merupakan langkah maju bagi Kabupaten Lebak, terutama dalam meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat.
“Dengan adanya stasiun baru ini, akan semakin banyak masyarakat yang menggunakan transportasi umum dan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” terangnya.
Ia juga berterima kasih kepada PT KAI dan pemerintah daerah yang telah bekerja sama untuk mewujudkan pembangunan stasiun baru ini.
Beroperasinya gedung baru ini, Stasiun Rangkasbitung diharapkan menjadi simpul transportasi modern yang mendukung peningkatan konektivitas kawasan, memperlancar mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lebak dan Provinsi Banten.(hin)



































