Puluhan Pelaku UMKM Ikut Pelatihan Manajemen Ritel

Puluhan pelaku UMKM antusias mengikuti pelatihan manajemen ritel yang digelar oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Kamis 25/01, (foto/Deni).

LEBAK – Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) mengikuti pelatihan manajemen ritel modern yang digelar PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (selaku pengelola Alfamart dan Alfamidi) pada Kamis, (25/01) sekira pukul 09.00 WIB, di toko Alfamart Kartini Rangkasbitung Kabupaten Lebak.

Branch Manager Alfamart Serang Ikwan Ngabdi Rahardjo mengatakan, pelatihan yang melibatkan para pelaku UMKM ini digelar secara rutin setiap tahun dan di setiap wilayah yang memiliki jaringan toko Alfamart.

“Tujuannya, mengajak para UMKM untuk memahami manajemen ritel modern. Ritel tradisional dan ritel modern sudah saatnya tumbuh berdampingan. Keduanya harus bersinergi,” katanya kepada Orbit Banten, Kamis (25/01).

Ikwan mengatakan, bentuk sinergi yang dilakukan Alfamart dengan peritel tradisional, yakni melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA). Program tersebut dijalankan dalam dua bentuk. Pertama, memberi pelatihan manajemen ritel.Kedua, menyediakan layanan pesan antar barang dagangan dengan harga khusus bagi member pedagang OBA.

Selain itu kata Ikhwan, pihaknya juga mengadakan bedah warung yang dijalankan bagi member terpilih. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan, yakni menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pedagang kecil.

“Pedagang ritel tradisional perlu dibekali dengan ilmu manajemen ritel
modern agar memiliki daya saing,” ujarnya.

Menurutnya, materi yang disampaikan dalam pelatihan manajemen ritel modern ini antara lain, tentang manajemen penataan barang, pengaturan persediaan barang, manajemen keuangan (cash flow), serta tips wirausaha.

Sementara itu, Member Relation Coordinator Branch Serang Adestya Tri Mulyono memberikan pemaparan tentang materi terkait bagaimana pengelolaan warung secara baik sehingga terus berkembang dan maju.

“Hal yang harus diingat saat mengelola warung adalah harus memiliki ciri khas sehingga selalu diingat oleh konsumen. Selain itu, konsisten jam operasional serta memperhatikan persediaan barang yang dijual,” ucap Mulyono.

Dia menambahkan, mengenai jam operasional kenapa harus konsisten, agar para konsumen ingat dan mau berbelanja.
“Oh kalau warung Ibu Nia jam 6 pagi pasti sudah buka,” ujarnya mencontohkan. (Deni).