PII Banten Gelar Refleksi Harba dan Seminar Pendidikan

Ketua Pelaksana Harba PII Banten, Nandi saat menyampaikan laporan kegiatan di aula gedung serbaguna Provinsi Banten, Senin (23/05/2022).

ORBITBANTEN, – Pelajar Islam Indonesia Provinsi Banten melaksanakan Refleksi Hari Bangkit Ke-75 tahun dengan rangkaian seminar pendidikan yang berlangsung di gedung serbaguna DPRD Provinsi Banten, Sabtu (21/05/2022).

Peda refleksi Harba PII ke-75 tahun kali ini diikuti oleh Pengurus Daerah PII dan Palajar Se-Banten. Adapun yang bertindak sebagai pemateri dalam seminar ini adalah Nunung Nurhasah, S.Psi., M.Si yang juga Kepala Seksi Kurikurum DIKSUS DIKBUD Banten. Serta Fahmi Ketua Umum Pengurus Wilayah PII Banten.

“Kegiatan Harba ini yang sebetulnya sudah
menjadi program kerja yang harus kita laksanakan. Kegiatan kali ini kita merangkainya dengan seminar pendidikan yang dihadiri pelajar dari Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon, Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Tanggerang. Kegiatan ini kita mulai dari pukul 09.00 – 12.30 WIB,” kata Ketua pelaksana, Nandi kepada Orbit Banten, (21/05/2022).

Nandi menambahkan, momentum Harba mampu menyatukan semua pelajar yang ada di Banten, mengedepankan pentingnya pendidikan dalam aktivitas apapun sesuai tema yang diangkat pada seminar kali ini.
“Langkah strategis pelajar Banten menakar kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan untuk Indonesia jaya.” Tema ini diangkat agar pelajar lebih mengetahui arah dan alur pendidikan di provinsi Banten.

Nunung Nurhasah, sebagai narasumber pertama menyampaikan dalam pemaparanya yang diangkat Penguatan pendidikan karakter di banten untuk indonesia jaya.

“Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab sesuai dengan UU Sisdiknas No.20 Tahun 2003 pasal 3. Selain itu langkah DIKBUD Banten terhadap Pendidikan karakter ini dengan menerapkan Konsep Pelajar Pancasila,” kata Nunung.

Konsep Pelajar Pancasila ini memiliki beberapa Karakteristik seperti Beriman kepada Tuhan YME, Kebhinnekaan Gelobal, Bergotong royong, Mandiri, Bernalar keritis dan Kreatif.

Hal senada juga disampaikan oleh Fahmi, sebagi narasumber kedua terkait Karakter tema yang di bahas mengenai langkah PII tingkatkan pendidikan karakter di Banten. PII sudah melakukan pembinaan di sekolah-sekolah dan sudah melakukan pelatihan karakter.

“PII Fokus menjadikan pelajar sebagai subjek pendidikan yaitu pelajar diposisikan sebagai pihak yang harus memberikan andil besar dalam proses pendidikan itu sendiri. Artinya ada kesadaran yang mandiri pada diri setiap pelajar untuk memberikan partisipasi dalam proses belajarnya di setiap lingkar pendidikan,” ungkap Fahmi.

Salain itu PII berperan mempersiapkan generasi muda untuk membangun kemajuan bangsa. Sejak berdirinya, PII telah melakukan pembekalan dan pembentukan sikap, penambahan wawasan dan pengetahuan serta pemberian keterampilan kepada generasi muda bangsa melalui proses kaderisasi meliputi training, ta’lim dan kursus.

“Tiga komponen tersebut menjadi sebuah langkah sistematis PII dalam membangkitkan kesadaran anak-anak bangsa untuk mengambil peran dalam proses pembangunan bangsa dan peradaban manusia. Bahkan PII telah melahirkan dan menyumbangkan hasil dari kaderisasinya yaitu tokoh-tokoh pemimpin bangsa, akademis, profesor, ulama sampai enterprenuer,” pungkasnya. (*/Rul).