
RANGKASBITUNG, – Untuk mengamankan jalannya Pilkada serentak di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, kepolisian dan TNI menyiagakan sebanyak 5.000 personel saat menggelar apel pergeseran pasukan pengamanan TPS Pilkada dalam rangka operasi Mantap Praja 2018 di alun-alun Rangkasbitung, Senin (25/6).
Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto mengatakan, dalam Pilkada serentak ini, ribuan personel di sebar di 1.897 TPS se-Kabupaten Lebak.
“Ada 980 personiel dari Polres Lebak ditambah 63 personil dari Polda Banten dan 110 personel dari Polres Pandeglang, 3000 personel Linmas, serta 600 dari TNI,” kata Dani kepada wartawan usai menggelar apel di alun-alun Rangkasbitung, Senin (25/6).

Seluruh personel ini, lanjut Dani, akan disebar untuk mengamankan proses pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara pada 27 Juni 2018 mendatang. Terkait TPS rawan, pihaknya telah memetakan sebanyak 600 TPS yang dianggap rawan kategori 1 (satu) yang artinya rawan satu yaitu rawan longsor dan letak geografis yang jauh.
“Dari 1.897 TPS, cuma 600 TPS yang dianggap rawan satu. Rawan satu ini bukan karena apa-apa tapi lokasinya yang jauh dan rawan longsor,” paparnya.
Sementara itu, Dandim 0603 Lebak ARH Syafa Susanto menambahkan, pihaknya mengerahkan 600 personel atau 2/3 dari kekuatan Polres untuk membantu mengamankan pelaksanaan Pilkada di Lebak.
“Untuk penempatanya nanti tidak bisa satu TPS satu orang karena jumlahnya terbatas. Tapi satu personel bisa mengawasi 3 sampai 4 TPS. Nanti kan digabung dari petugas Polisi dan Linmas bisa mengkaver semuanya,” tambahnya. (Deni).


































