ORBIT BANTEN,- USAID MADANI akan mengadakan workshop untuk meningkatkan kapasitas Organisasi Sipil Masyarakat (OMS) dan menjadi sebuah ruang untuk memberikan masukan konstruktif bagi implementasi USAID MADANI di Kabupaten Lebak, khususnya dalam upaya menghimpun gagasan dari berbagai kelompok pemangku kepentingan dalam upaya penguatan OMS.
Workshop yang digelar pada tanggal 29 Januari 2021 ini akan dibuka secara resmi oleh Sekda Lebak, Ir. H. Dede Jaelani, MM, dan sesi diskusi akan dipimpin oleh berbagai narasumber yang terdiri dari: Kepala Bapelitbangda Lebak, Ir. Hj. Virgojanti, M. Si; Ketua PCNU Lebak, Ky. Syaefudin Al Syadzili; dan PPSW Pasoendan, Ratu Viva Saptarina.
Workshop online yang diselenggarakan melalui Zoom ini akan dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Daerah Lebak, Dinas Kesehatan Lebak, OMS, akademisi, dan juga sektor swasta. Acara ini juga akan membicarakan beberapa topik dari para pemangku kepentingan di Kabupaten Lebak, termasuk :
Perencanaan pembangunan Kabupaten Lebak dan implementasi tata kelola pemerintahan kolaboratif di daerah tersebut.
Pengalaman OMS dalam melakukan Program Kolaboratif dengan Pemda dan sektor swasta.
Peran OMS dan pembangunan, kesempatan dan tantangan yang ada.
Sejumlah skema untuk peningkatan kapasitas OMS di Lebak akan dipaparkan di dalam workshop ini, seperti penguatan kelembagaan, pelatihan yang relevan dengan kinerja OMS, penguatan gerakan dan kerjasama lintas sektor, literasi digital, dan lain-lain.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi kesempatan kepada peserta untuk memberikan umpan balik terhadap pemaparan narasumber dan strategi yang dapat dikolaborasikan dengan USAID MADANI dan/atau Pemda Lebak.
USAID MADANI merupakan program selama 5 tahun yang didukung oleh United States Agency for International Development (Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat) dan dirancang untuk memperkuat akuntabilitas pemerintah dan mendorong keberagaman sosial di Indonesia. Untuk mencapai hal ini, USAID MADANI akan bekerja erat dengan OMS untuk (1) memperkuat kapasitas, efektivitas serta efisiensi kerja organisasi; (2) meningkatkan legitimasi OMS di mata pemerintah daerah dan masyarakat; dan (3) meningkatkan lingkungan yang memberdayakan bagi masyarakat sipil dan memobilisasi sumber daya lokal untuk mendukung keberlanjutan OMS agar dapat membawa perubahan sosial yang sangat dibutuhkan.
USAID MADANI melakukan kegiatannya di 32 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Barat. (*/Red).



































