Warga Lebak Keluhkan Kondisi Situ Palayangan

Wajah murung tampak terlihat diraut wajah anak-anak yang bermain dilokasi situ Pelayangan yang sudah dipenuhi tumbuhan liar, di Kecamatan Cimarga, Sabtu 2/6, (Foto/Yusup).

LEBAK,- Sejumlah warga di Kabupaten Lebak, khusunya warga Kecamatan Cimarga mengeluhkan kondisi Situ Palayangan. Pasalnya, situ tersebut tidak dirawat dengan baik oleh pengelola. Akibatnya hampir seluruh area situ dipenuhi tumbuhan liar dan kehilangan fungsinya sebagai sumber pengairan pesawahan warga.

Kondisi ini diperparah dengan kebiasaan buruk warga membuang sampah dilokasi tersebut. Sehingga fungsinya mulai berkurang, bahkan hampir tak bisa lagi menjadi andalan petani untuk mengairi areal persawahannya.

Andri, salah seorang warga Kecamatan Cimarga mengatakan, kondisi situ Palayangan dalam beberapa tahun ini sangat memperihatinkan. Padahal, sebelumnya situ ini menjadi sumber pengairan sawah dan tempat berkumpul warga di kala waktu luang.

Tumpukan ranting pepohonan dan tumbuhan liar tampak memenuhi memenuhi area situ Pelayangan yang sudah mengalami pendangkalan, (Foto/Yusup).

“Setiap tahun, situ ini mengalami pendangkalan akibat pembuangan limbah pasir. Bahkan, dasar situ nya udah keliatan dan banyak di tumbuhi tanaman liar,” kata Andri kepada orbitbanten.co.id, Sabtu (2/6).

Ia mengaku kecewa terhadap pengelola situ karena dibiarkan tidak terawat. Sehingga, situ Pelayanagan ini tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

“Saya kecewa situ ini ga ada yang ngelola, padahal situ ini sangat penting bagi warga untuk mengairi sawah milik mereka,” keluhnya.

Senada diungkapkan Jamaludin (19), warga Kampung Parahiang, Desa Lebak Parahiang, Kecamatan Lewidamar, menurutnya kondisi situ Pelayangan sangat memprihatinkan. Bahkan, kondisi irigasi di sekitar situ Palayangan juga sudah tidak terawat dan mulai di penuhi oleh endapan pasir. Sehingga, menyebabkan air tumpah ke jalan raya jika hujan datang.

Padahal, beberapa tahun lalu situ Palayangan menjadi objek favorit warga untuk bersantai saat bulan suci ramadhan. Situ tersebut sering dijadikan lokasi ngabuburit sambil menunggu waktu berbuka puasa. Bahkan, irigasinya kerap dimanfaatkan warga untuk keperluan sehari-hari, seperti mencuci motor, maupun cuci pakaian.

Ia berharap, keseriusan pihak pengelola untuk mengembalikan fungsi situ seperti semula, yakni menjadi sumber pengairan para petani.

“Jika situ Palayangan ini dikelola dengan baik, bisa jadi destinasi wisata favorit masyarakat. Apalagi jika dibuat seperti bendungan Pamarayan yang ada di Serang sana. Selain untuk pengairan sawah, situ ini bisa jadi tempat warga untuk berwisata,” pungkasnya. (Yusup).