LEBAK- Delapan orang telah mendaftar untuk seleksi open bidding calon Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak. Pansel telah menetapkan pendaftaran dibuka sejak 27 Mei sampai 11 Juni 2026. Pendaftaran dilakukan secara daring (online) itu diikuti oleh pejabat dari lingkungan internal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak maupun dari luar daerah.
Dari kalangan internal, tercatat tiga orang pejabat yang telah mendaftar, yakni Penjabat (Pj) Sekda Lebak Halson Nainggolan, Asisten Daerah (Asda) I Setda Lebak Alkadri, serta Inspektur Kabupaten Lebak Rusito.
Ketiga internal dari pemkab lebak itu merupakan pejabat senior alumni IPDN (institut pemerintahan dalam negeri).
Haslon Nainggolan tercatat palinh senior. Kepala BKAD Lebak itu tercatat sebagai lulusan APDN terakhir 1991 (akdemi pemerintahan dalam negeri) sebelum berganti menjadi IPDN.
Halson tercatat menduduki sejumlah pos penting diantaranya Kepala Kantor Diklat, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lebak, Inspektur Inspektorat Lebak dan kepala BKAD Lebak.
Halson dikenal sebagai pejabat yang low profile dan dekat dengan berbagai kalangan.
Sementara itu Alkadri tercatat sebagai lulusan IPDN 1994. Alkadri yabg tercatat sebagai Asda I Setda Lebak pernah menduduki sejumlah jabatan diantanya Camat Leuwidamar, Kabag Humas Setda Lebak, Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala DLH Lebak.
Sedangkan Rusito, Inspektur Inspektorat Lebak juga lulusan IPDN tahun 1994. Rusito juga pernah menduduki jabatan strategis mulai dari Camat Cigemlong, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) kini BKPSDM dan Kepala DPMD Lebak.
“Sampai hari terakhir ini masih delapan orang yang daftar. Pendaftaran akan ditutup pukul 23.59 WIB by sistem,” kata Plt Kepala BKPSDM Lebak, Fakhri Fitriana.
Usai pendaftaran ditutup kata Fakhri, Panitia Seleksi (Pansel) akan melakukan seleksi administrasi yang akan diumumkan pada 15 Juni.
“Selanjutnya, kita lakukan rekam jejak, uji kompetensi/assesment center. Sementara presentasi uji gagasan/makalah. Pelaksanaannya di BKN,” katanya.
Terpisah Pj Sekda Lebak Halson Nainggolan menyambut baik banyaknya pelamar yang mendafar maju pada open bidding Sekda Lebak.
“Berarti banyak peminat, lebih banyak yang daftar akan lebih baik. Kompetitif persaiangannya,” kata Halson.
Halson menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan manuver khusus demi mendapatkan jabatan tersebut.
“Saya kerja saja sebaik-baiknya saja membantu pak Bupati,” ujarnya
Terkait peluang menjadi Sekda definitif, Halson merendah. Menurutnya, keputusan akhir tetap berada di tangan kepala daerah.
“Semua merupakan hak prerogatif kepala daerah. Kita hanya bekerja sebaik-baiknya, mengikuti proses pansel, dan hasil akhirnya kita serahkan kepada yang berwenang'” ucapnya.
Sementara itu Alkadri yang menjabat Asisten Daerah (Asda) I Setda Lebak membenarkan bahwa dirinya telah mendaftarkan diri sebagai calon Sekda Lebak pada Selasa, (9/6).
“Saya hanya mencoba kemampuan dan sudah mendapatkan persetujuan dari pimpinan. Bagi saya, terpilih atau tidak, semuanya saya serahkan kepada pimpinan dan ketentuan nasib,” kata pejabat senior tersebut.
Menurut Alkadri, keikutsertaannya dalam seleksi terbuka Sekda Lebak merupakan bentuk keseriusan untuk mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.
“Siap mengikuti seluruh tahapan seleksi yang akan dilaksanakan oleh panitia seleksi,” ujar mantan Kepala DLH Lebak in.(hin)





































