Dampak Corona, Omset Pengusaha Kedai Kopi di Rangkasbitung Menurun Hingga 90 Persen

Karyawan disalah satu kedai kopi di Rangkasbitung sedang melayani konsumen. (Foto/Deni).

LEBAK, OB – Dampak penyebaran virus Covid-19 atau Corona yang telah merebak ke berbagai daerah di Indonesia telah dirasakan oleh para pelaku usaha di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak. Para pelaku usaha mengeluh mengalami penurunan omset yang cukup drastis pasca merebaknya Virus menular tersebut.

Seperti yang dialami Prastika Putri, Owner dari Kedai Kopi Dialogue yang berada di Jalan Abdi Negara, Rangkasbitung. Ia mengungkapkan, sejak merebaknya Virus Corona, kedai kopi miliknya menjadi sepi bahkan mengalami penurunan omset yang cukup drastis, hingga 90 persen.

” Sejak satu bulan yang lalu kedai menjadi sepi, omset juga mengalami penurunan hingga 90 persen. Padahal di hari-hari biasanya omset bisa mencapai Rp. 500 ribu hingga Rp. 1 juta,” kata Prastika kepada Orbitbanten.co.id, Minggu (12/4/2020).

Penurunan omset yang cukup drastis juga dikeluhkan oleh Wirya, Owner dari kedai Kopi Kawan. Ia mengaku, sejak adanya imbauan pemerintah untuk membatasi setiap kegiatan yang menimbulkan keramaian, kedai kopi yang ia dirikan di Jalan Rt Hardiwinangun, Rangkasbitung ini mengalami penurunan omset yang cukup drastis bahlan menembus angka 70 persen.

” Dihari bisanya dalam sehari kita bisa memperoleh omset hingga Rp. 3 juta, tapi sejak merebaknya virus Corona, dan adanya imbauan Pemerintah, kedai menjadi sepi. Dan Omset seharinya hanya mencapai Rp. 900 ribu saja,” kata Wirya

Ia mengatakan, untuk mensiasati penurunan omset tersebut saat ini pihaknya melakukan penjualan dengan sistem online baik menggunakan aplikasi ojek online maupun kontak telepon kedai miliknya.

” Ini juga merupakan bentuk dukungan kami terhadap pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran virus Corona, dengan mengantar kopi secara langsung ke setiap kediaman para pelanggan,” pungkasnya. (*/Red).