
LEBAK,- Himpunan Mahasiswa Islam – Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) Komisariat La Tansa Mashiro, Rangkasbitung menggelar basic training (LK-1) di gedung MAN 3 Gunungkencana, Kabupaten Lebak, pada 22 hingga 24 November 2019.
Informasi yang dihimpun, LK-1 HMI-MPO Komisarita La Tansa Mashiro yang digelar selama tiga hari tersebut diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi diantaranya, kampus La Tansa Mashiro Rangkasbitung, Untirta Serang, UIN Banten Serang, dan Kampus Wasilatul Falah Rangkasbitung.
Perkaderan ini juga dipandu oleh master of training (MOT) dari Cabang Bogor, yakni Idris Ahmad dan Yogi Mulyana.
Ketua pelaksana LK-1 HMI-MPO, Rangkasbitung, Muhamad Wahyu mengatakan, basic training HMI-MPO tersebut bertujuan untuk membentuk karakter mahasiswa islam yang memiliki intelektualitas dan karakter yang bernafaskan islam.
“Kita ingin kader-kader HMI-MPO ini memiliki karakter. Bukan hanya tingkat intelektualnya saja, tapi juga memiliki pemahaman mendalam dalam sisi keislamannya,” kata Muhamad Wahyu kepada Orbit Banten, Senin (25/11/2019).
Sementara itu, ketua HMI-MPO Komisariat La Tansa Mashiro Rangkasbitung mengaku bersyukur bahwasanya pengkaderan HMI-MPO Komisariat La Tansa Mashiro Rangkasbitung kembali dilakukan. Hal ini jelas membangkitkan kembali ghiroh hijau hitam pada kader-kader HMI yang ada di kampus.
“Semoga kader-kader HMI kedepan bisa terus bertambah. Karena perkaderan merupakan jantung organisasi. Jika tidak ada perkaderan maka HMI-MPO tidak akan bisa berkembang,” tukasnya. (Deni).


































