Andika Sebut Angka Kemiskinan di Banten Turun 4 Persen

Foto bersama Wagub Banten Andika Hazrumy (memakai peci hitam) bersama sejumlah kepala OPD beserta perwakilan warga penerima bantuan program Jamsosratu di Gedung pertemuan Asakinah, Rangkasbitung. (Foto/Deni).

LEBAK,- Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Banten, Andika Hazrumy mengatakan angka kemiskinan di Banten turun 4,02 persen. Dari 9,22 persen di tahun 2003 kini menjadi 5,20 persen pada tahun 2018. Hal itu disampaikan Wagub saat launching penyaluran bantuan jaminan sosial rakyat banten bersatu (Jamsosratu) melalui kartu multiguna di Gedung Pertemuan Asakinah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Rabu (6/9/2018).

“Data BPS menunjukan ada penurunan angka kemiskinan. Di tahun 2003 tercatat sebanyak 9,22 persen, sedangkan tahun 2018 ini sebanyak 5,20 persen,” kata Wagub dihadapan ribuan warga penerima bantuan Jamsosratu di Gedung Sakinah.

Baca juga :
Bupati Serang Apresiasi Dirut RSUD Drajat Prawiranegara

Wagub berpendapat, menurunya angka kemiskinan berkat adanya sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan provinsi dalam menanggulangi kemiskinan di Banten.

“Salah satunya melalui program pemberian bantuan sosial non tunai melalui Jamsosratu. Program pemberian uang tunai sebesar satu juta ini digunakan untuk anak sekolah, dan bukan untuk dibelikan rokok,” katanya.

Baca juga :
Menghargai Nilai-Nilai Humanisme Melalui Gelaran FSM 2018

Katanya, uang yang di salurkan melalui kartu ATM multiguna ini bisa digunakan atau di uangkan melalui di bank mana saja yang sudah di tunjuk Bank Indonesia (BI) melalui mesin ATM

“Salah satunya itu di BJB. Doakan Pak Gubernur dan Wagub di tahun 2019 nanti dapat menambahkan daftar keluarga penerima manfaat Jamsosratu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhanah menambahkan, launching penyaluran Jamsosratu menggunakan kartu multiguna merupakan yang ke-tiga kalinya.

“Pertama Kota Serang, Ke-dua Pandeglang dan ke-tiga di Lebak. Kurang lebih 1000 orang penerima,” imbuhnya. (Deni).