
RANGKASBITUNG – Setiap curah hujan tinggi, terkadang terjadi genangan air atau banjir di sejumlah jalan protokol dan pemukiman warga Kabupaten Lebak karena saluran drainase yang tidak tertata dengan baik. Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menganggarkan Rp 1 Miliar untuk menata drainase perkotaan. Anggaran tersebut akan digunakan untuk melanjutkan program penataan drainase dan trotoar di wilayah perkotaan, diantaranya drainase di Jalan Ir Juanda dan Jalan RT Hardiwinangun.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak Wawan Kuswanto menyatakan, program penataan drainase dan trotoar di wilayah perkotaan dilakukan untuk mempercantik kota Rangkasbitung. Program tersebut sudah dilaksanakan sejak 2015 lalu, yakni dengan melakukan penataan di Jalan Multatuli, Jalan Abdi Negara, dan Jalan RM Nataatmaja.
“Tahun ini, penataaan kawasan perkotaan kita lanjutkan. Anggarannya kurang lebih Rp 1 miliar dari APBD 2018. Bahkan pada tahun 2017 lalu, Dinas PUPR sudah melakukan penataan di Jalan Iko Jatmiko, Jalan Letnan Muharam, dan Jalan Dewi Sartika di Kompleks Pendidikan (Komdik),” kata Wawan kepada Orbit Banten, Jumat (18/5).
Dijelaskan Wawan, penataan drainase dan bahu jalan di wilayah perkotaan tidak hanya sekedar mempercantik dan memperindah wajah kota. Tapi juga untuk mencegah terjadinya banjir di wilayah perkotaan ketika musim penghujan. Karena menurutnya, akibat drainase yang buruk, wilayah Rangkasbitung kerap kebanjiran ketika hujan.
“Banyak manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Selain wilayah perkotaan jadi indah, tapi juga bebas banjir,” ungkapnya.
Dinas PUPR Lebak sendiri sudah mengajukan proses lelang kepada unit layanan pengadaan (ULP) Pemkab Lebak. Harapannya, program tersebut segera direalisasikan, sehingga trotoar di Jalan RT Hardiwinangun dan Jalan Ir Juanda menjadi baik.
“Drainase di Jalan Ir Juanda di pertigaan Kampung Baru kerap kebanjiran. Kita ingin benahi masalah tersebut, karena mengganggu masyarakat,” paparnya.
Ditanya terkait panjang drainase dan trotoar yang bakal dibenahi pada 2018, Wawan mengaku, tidak hapal tentang data tersebut.
“Detailnya saya kurang hapal, karena harus melihat data terlebih dahulu,” kilahnya. (*).


































