Banyak Wilayah Blank Spot, SP Online 2020 Tidak Capai Target

Bupati Lebak Iti Ovtavia Jayabaya bersama Wakil Bupati Ade Sumardi dan sejumlah kepala OPD sedang melakukan sensus penduduk online yang di pandu oleh petuga BPS setempat di aula Pendopo, Setda Lebak beberapa waktu lalu. (Foto/Dok).

LEBAK – Sensus Penduduk (SP) online di Kabupaten Lebak hingga 31 Maret 2020 tidak memenuhi target sebesar 20 persen dari 409.463 kepala keluarga (KK). Penyebabnya, banyak wilayah di beberapa kecamatan di Lebak masih blank spot, sehingga masyatakat kesulitan menginput data ke website BPS RI.

Kepala BPS Lebak Husin Maulana menginformasikan, partisipasi masyarakat dalam SP online 2020 hanya sebesar 8 persen atau 35.000 KK. Namun, partisipasi tersebut diklaim yang tertinggi di Provinsi Banten, karena partisipasi kabupaten kota lain sangat rendah.

“Kendala kita dalam SP online 2020 hanya satu, yakni soal sinyal komunikasi. Beberapa daerah di Lebak masih blank spot, padahal dalam SP online 2020 dibutuhkan sinyal yang kuat dan stabil,” ungkap Husin saat dihubungi wartawan, Selasa (31/3).

BPS Lebak menyampaikan apresiasi kepada Bupati Lebak dan jajarannya yang telah membantu sosialisasi SP online di 28 kecamatan. Bahkan, para camat dan kepala desa ikut menyosialisasikan program tersebut ke masyarakat.

“Walaupun SP online belum maksimal, tapi kita bangga karena masih yang terbaik di Banten,” ujarnya.

Dia menambahkan, menyikapi wabah virus corona di Indonesia, BPS memutuskan memperpanjang program SP online sampai 29 Mei 2020. Oleh karena itu, masih ada harapan bagi BPS Lebak meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menyukseskan sensus penduduk.

“Karena terjadi kejadian luar biasa corona maka BPS pusat memutuskan memperpanjang SP online. Jadi kita minta masyarakat Lebak untuk berpartisipasi,” harapnya.(*/red).