
LEBAK,- Sebanyak 140 pelajar tingkat SMP dan SLTA mengikuti lomba desain poster anti korupsi yang digelar oleh Kejaksaan Negeri di SMP Negeri 2 Rangkasbitung, Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Rabu (28/11/2018).
“Tujuan lomba membangun semangat anti korupsi. Meningkatkan kemampuan, menuangkan gagasan berkaitan pendidikan pencegahan anti korupsi dan mengimplementasikannya,” kata Kasi Intelijen Kejari Lebak Lukman Harun Biya di SMP Negeri 2 Rangkasbitung, (28/11/2018).
Lukman mengatakan, peserta lomba diikuti oleh 140 siswa yang terdiri dari 70 siswa SMP dan 70 siswa SMA/ SMK. Hasil karya para peserta akan dinilai oleh juri.
“Bagi peserta juara satu, dua, dan tiga memperoleh penghargaan dan uang pembinaan. Sementara bagi peserta lain akan mendapatkan cinderamata,” ujarnya.
Kepala Kejari Lebak Lanna Hany Wanike mengajak, seluruh unsur masyarakat Kabupaten Lebak untuk turut serta memerangi korupsi.
“Kita perkenalkan bahaya korupsi sejak dini kepada anak-anak, agar kedepan mereka paham. Sehingga tertanam dihati dan pikiran mereka untuk melawan korupsi,” katanya.
Kajari menambahkan, kegiatan lomba akan digelar secara rutin setiap tahunnya dalam rangka menyambut peringatan Hari Anti Korupsi se-Dunia.
“Kegiatan lomba ini yang pertama, awalnya bincang-bincang dengan Kasi Intel. Alangkah lebih baik kita bikin lomba untuk pelajar SMP, SMA dan SMK supaya tepat sasaran. Jadi peringatan anti korupsi tidak hanya seremonial saja, tapi pesan anti korupsi tersampaikan dan tersalurkan kepada pelajar,” terangnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi sangat mengapresiasi lomba desain poster anti korupsi yang dilaksanakan Kejari.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Kejari dan jajarannya telah mengadakan acara ini. Ini merupakan pengenalan sekaligus pemahaman kepada anak-anak tentang bahaya korupsi. Mereka akan tertarik dan otomatis akan sadar oh ternyata hidup ada rambu-rambunya, mana yang boleh dan mana tidak boleh dilakukan,” tukasnya. (Deni).




































