Ekonomi Kreatif Tetap Bertahan Ditengah Pandemi Covid-19

Aliudin, Yayasan Al-Rasyid di kampung cikorosok Desa Pasirtanjung Kecamatan Rangkasbitung Lebak Banten sedang melakukan finishing produk kerjianan dari bambu. (Foto/Dok).

LEBAK,- Ekonomi kreatif Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Lebak Banten, terus bertahan ditengah pandemi covid 19. Meskipun demikian untuk memasarkan secara langsung produk hasil kerajinan tersebut sangat sulit, karena kegiatan pameran ditiadakan. Namun, para pengrajin tidak habis ide untuk menjajahkan produknya seperti melalui daring online.

Seperti halnya salah satu UKM yang dikelola Yayasan Al-Rasyid di kampung cikorosok Desa Pasirtanjung Kecamatan Rangkasbitung Lebak Banten milik Aliudin. Menurut Aliudin Produksi yang biasanya dikerjakan di sekolah ini, kini dikerjakan di rumah, karena Aktifitas sekolah libur.

“Meski situasi seperti ini, kita tetap membuat kerajinan, karena selain untuk menyalurkan hobi juga supaya ekonomi kreatif tetap hidup”. Ungkap Aliudin

Didirikannya UKM ini juga sebagai upaya pemberdayaan kepada siswa maupun santri dan guru serta keperluan yayasan baik Diniyah, SMK atau pondok pesantren. Karena menurut pensiunan PDAM tirta multatauli lebak itu, keperluan yayasan sejauh ini dibiayai dari hasil penjualan kerajinan dan donatur.

Aliudin menjelaskan, bentuk kerajinan tersebut diantaranya, miniatur masjid, miniatur kapal atau perahu, miniatur rumah, miniatur mobil, kaligrafi, tempat parsel buah-buahan yang terbuat dari bambu. Harga yang dibandrol untuk seluruh jenis kerajinan tersebut Rp. 50 ribu sampai dengan Rp. 500 ribu.

“Yah saya hanya berharap, dalam situasi ini ide atau kreatif para pengrajin terus melakukan aktifitasnya, dengan melakukan berbagai cara untuk memasarkannya dan tidak mengandalkan bantuan pemerintah”.

“Meski ada rencana bantuan dari pemerintah untuk pelaku UKM, namun sejauh ini belum ada realisasinya,” pungkasnya. (*/red).