Ini Tanggapan Pemkab Lebak Soal Para Pelajar Naik Rakit Untuk Masuk Sekolah

LEBAK – Pemerintah Kabupaten Lebak menanggapi soal pemberitaan para pelajar yang pergi menggunakan rakit dalam menimba ilmu ke sekolah.

Pemkab Lebak melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lebak Doddy Irawan menjelaskan, terkait anak-anak sekolah yang menyebrang sungai menggunakan rakit untuk ke sekolah, dapat disampaikan secara utuh bahwa dilokasi tersebut telah tersedia jembatan gantung melintas sungai ciberang sebagai penghubung Desa Sindang Sari dengan Desa Sajira yang pada tahun 2017 di resmikan Bupati Lebak.

“Harus ditegaskan, di kampung tersebut sudah ada jembatan gantung, namun dalam rangka pemeliharaan jembatan tersebut, sejak tanggal 17-20 Juli 2019 di tutup sementara oleh pihak Desa Sindang Sari. Sehingga proses pemeliharaan atau perbaikan jembatan berjalan dengan lancar dan maksimal,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (18/7/2019).

BACA JUGA : Jembatan Gantung Rusak, Pelajar di Lebak Naik Rakit Untuk Masuk Sekolah

Lanjutnya, masyarakat sementara dianjurkan menggunakan jalur alternatif lainnya, untuk salah satunya yaitu menggunakan rakit yang sudah disediakan.

“Kita sudah sedikit rakit untuk menyeberang. Walaupun ada aspirasi dari masyarakat untuk meminta petugas di lokasi, kita sudah berkoordinasi dengan BPBD Lebak untuk menerjunkan anggotanya ke lokasi. Sehingga penyebrangan menggunakan rakit bisa dipastikan aman,” ungkapnya.

Jembatan gantung tersebut dilakukan pemeliharaan, karena terjadi pengeroposan pada lantai jembatan (Plat Bordes-red) dan Wiremesh. Sehingga dalam pelaksanaan pemiliharaanya demi keselamatan pengguna dan pekerja sementara jembatan tersebut ditutup. Adapun untuk anggarannya itu menggunakan APBDes tahun 2019 Desa Sindang Sari senilai Rp 10 juta. Artinya, apabila tertuang di APBDes semua sudah di rencanakan dan atas usulan partisipatif masyarakat setempat.

“Kita (Pemkab Lebak-red) memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar pelaksanaan pemeliharan jembatan dapat di mudahkan dan dilancarkan. Sehingga masyarakat ataupun anak-anak sekolah dapat beraktivitas kembali normal dalam menggunakan jembatan tersebut,” tukasnya. (Omet).