
LEBAK,- Masa tanggap darurat bencana banjir bandang di Kabupaten Lebak diperpanjang hingga 31 Januari 2020 mendatang. Perpanjangan masa tanggap darurat bencana di tetapkan pada rapat evaluasi penanggulangan darurat bencana, bertempat di Aula Multatuli Setda Lebak, Selasa (14/01/2020).
Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya itu dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lebak, Sekretaris Daerah, Para Asisten, Kepala OPD, Instansi terkait serta para relawan dari berbagai asosiasi.
“Masa tanggap darurat bencana kita perpanjang hingga 31 Desember 2020,” kata Iti Octavia Jayabaya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengklarifikasi terkait informasi yang beredar tentang pendistribusian logistik yang tidak merata.
“Saya pastikan tidak ada korban yang tidak menerima bantuan logistik. Makanya, kenapa saya setiap hari turun ke lapangan, karena saya ingin memastikan bahwa bantuan logistik ini tersalurkan dan tepat sasaran,” tegas Bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Budi Sugianto menyatakan, bahwa dokumen-dokumen penting seperti Ijazah, STNK, SIM dan lain sebagainya yang merupakan milik korban terdampak bencana banjir bandang dapat direstorasi di Badan Arsip Nasional melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kab. Lebak.
“Ini tolong kepada para Camat dan Kades untuk mensosialisasikan kepada masyarakatnya dan di data siapa saja yang kehilangan dokumen penting, nanti diserahkan ke kami lalu kemudian kami bawa ke Badan Arsip Nasional untuk direstorasi,” katanya.
Diinformasika, bahwa dampak kerusakan bencana banjir bandang tercata sebanyak 1.110 tempat tinggal/rumah rusak berat, rusak sedang sebanyak 230 rumah, rusak ringan 309 rumah, rumah yang terbawa arus banjir bandang sebanyak 1.649 rumah. Kerusakan lahan pertanian, persawahan seluas 890,5 HA, Holtikultura seluas 7,5 HA, dan lahan perikanan seluas 10,3 HA. Sedangkan untuk kerusakan infrastruktur, jembatan sebanyak 27 unit, daerah irigasi sebanyak 5 DI, 1 Kantor Kecamatan dan 3 kantor desa. Sementara untuk korban terkena dampak bencana 9 orang meninggal, 2 orang hilang, 1 orang luka berat, 66 orang luka ringan dan sebanyak 1.392 KK mengungsi. (*/Deni).


































