Peringatan WCD, PAGUMA Lebak Kerahkan 500 Pelajar Bersihkan Jalan Protokol

Sejumlah siswa tampak antusias membersihkan sampah disepanjang jalan protokol Rangkasbitung pada peringatan WCD tahun 2018. (Foto/Dok.).

LEBAK,- World Clean Up Day (WCD) merupakan sebuah gerakan bersih-bersih yang secara serentak di 150 negara dilaksanakan pada 15 September 2018 yang melibatkan para pelajar, mahasiswa dan masyarakat.

Penyelenggara WCD tingkat Kabupaten Lebak dilaksanakan oleh Paguyuban Mahasiswa Lebak (PAGUMA), Dewi Khairiyah selaku ketua pelaksana mengatakan, sekitar 500 pelajar dan mahasiswa berkumpul di Pendopo Kabupaten Lebak untuk mempersiapkan gerakan bersih-bersih yang akan menyelusuri jalan-jalan protokol di sekitar kota Rangkasbitung yang dibagi menjadi tiga rute.

“Rute kesatu menyelusuri Alun-alun Rangkasbitung – Jl. Multatuli – Jl. Sunan Bonang – Jl Hardiwinangun. Rute kedua menyisir sampah ke Jl. Kampung Baru 1 – Jl. Ir. H. Juanda. Kemudian rute ketiga membersihkan sampah ke balong rancalentah – Jl. Kapugeran, kemudian semua rombongan rute kembali ke pendopo,” kata Dewi.

Baca juga :
Jurus Silat Kaserangan Ditargetkan Mendunia

Tema peringatan WCD pada tahun 2018 yaitu tidak ada sampah lingkungan indah. Mengingat ada sekitar 1,3 milyar ton sampah dunia tiap tahunnya dan hanya sekitar 258-368 juta ton sampah yang berakhir di 50 tempat penampungan sampah terbesar. Kata Asisten Pemerintahan Alkadri sebelum melepas ratusan siswa di Pendopo Kabupaten Lebak, Sabtu (15/9/2018).

Alkadri mengatakan, proyeksi timbunan sampah di Kabupaten Lebak sebanyak 634.906 Kg/hari. Hal ini setara dengan 231.740 ton/tahun dan yang dapat ditangani baru sekitar 50 ton/hari.

Asda 1 berharap peringatan WCD dengan melakukan gerakan bersih-bersih ini dapat mengurangi timbunan sampah yang bukan pada tempatnya, serta membuat lingkungan menjadi sehat dan indah.

“Kepedulian dan partisipasi mengelola sampah sangat dibutuhkan dari seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

Sepulang memburu sampah, para pelajar kembali ke Pendopo dengan membawa sampah yang diambil dari jalan yang dilintasi, Paguma memberikan apresiasi kepada kelompok rute yang membawa sampah terbanyak. (Deni).