SMK Ikhlas Multiprogram Jawilan Lepas 444 Siswa di Tengah Pandemi Corona

SERANG – SMK Ikhlas Multiprogram Jawilan menggelar pelepasan 444 orang siswa kelas XII di tengah pandemi corona. Untuk itu, proses pelepasan dilakukan secara sederhana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai imbauan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Kepala SMK Ikhlas Multiprogram Jawilan Indria Kun Trihastuti mengatakan, tahun ini pelepasan siswa kelas XII dilangsungkan dalam suasana yang cukup memprihatinkan akibat wabah corona yang melanda dunia. Di Indonesia jumlah warga yang terpapar corona mencapai 55 ribu orang lebih dan 2 ribu orang diantaranya meninggal dunia. Karena itu, pelepasan siswa kelas XII menerapkan protokol kesehatan dan dilaksanakan selama enam hari mulai 29 Juni sampai 3 Juli 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Jumlah siswa yang lulus tahun ini sebanyak 444 orang dan terdiri dari enam program studi (Prodi), yakni Akuntansi dan Keuangan, Manajemen Perkantoran, Teknik komputer dan jaringan, multimedia, asisten perawat, dan teknik kendaraan ringan dan otomotif. Walaupun dalam kondisi prihatin, saya minta anak-anak tetap semangat dan mampu mengimplementasikan ilmunya di masyarakat,” kata Indria Kun Trihastuti kepada Orbit Banten, Senin (29/6).

Indria menyatakan, SMK Ikhlas komitmen dalam mencerdaskan generasi muda di wilayah Serang Timur. Bahkan, tiap tahun lembaganya membantu siswa tidak mampu agar tetap bisa sekolah. Setelah itu, lulusan SMK Ikhlas akan dengan mudah masuk dunia kerja.

“Kami menjalin kerja sama dengan perusahaan yang ada di wilayah Banten dan Jakarta. Karena itu, lulusan SMK Ikhlas banyak yang sudah kerja di perusahaan,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ketua Yayasan Ikhlas Salman Alfarisy, A Sirojudin Alfarisy mengatakan, baru tahun ini kegiatan pelepasan siswa kelas XII dilakukan bertahap. Karena untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang telah mewabah di negeri ini.

“Iya, kita lakukan pelepasan siswa kelas XII dalam suasana yang sederhana. Kegiatannya enggak satu hari, tapi enam hari karena mencegah terjadinya kerumunan. Bahkan, kita wajibkan anak-anak menggunakan masker dan menjaga jarak saat hadir di sekolah,” ungkapnya.(*/red).