
LEBAK,- Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Banten sukses menggelar rempug paripurna untuk masa bakti 2019-2023, Senin (17/12/2018).
Kegiatan yang di gelar di aula UPT Pertanian Kecamatan Maja ini dihadiri pengurus KTNA Kabupaten Lebak, PLT UPT Pertanian Maja, perwakilan Gapoktan dari 14 Desa, serta beberapa tamu undangan lainya.
Proses pemilihan ketua KTNA Kecamatan Maja periode 2019-2023 yang terpilih secara aklamasi ini berjalan lancar serta penuh kekeluargaan.
Ketua KTNA terpilih Endin Zaenudin mengatakan, dirinya berkomitmen untuk menggali seluruh potensi komoditas pertanian dan sumber daya alam yang ada di wilayah Kecamatan Maja demi kemajuan masyarakat petani.
Baca juga :
Petani Nelayan Kabupaten Lebak Gelar Rempug Paripurna KTNA
“Dengan kerendahan hati, saya juga mohon bimbingan, masukan dan arahan serta pembinaanya dari para kasepuhan pendahulu pengurus KTNA dalam menjalankan roda organisasi,” kata Endin dalam sambutanya, Senin (17/12/2018).
Dalam mengawali kepengurusan KTNA, lanjut Endin, pihaknya akan berkoordinasi dan menjalin komunikasi intensif dengan seluruh stakeholder yang ada di Kecamatan Maja.
“Pada tahap awal ini, saya bersama pengurus yang lain akan koordinasi dan menjalin komunikasi lintas sektoral dengan seluruh stakholder di Maja,” terngnya.
Mewakili Ketua KTNA demisioner Jujun Junaedi berpesan bahwa, KTNA Kecamatan Maja masih memiliki pekerjaan rumah yang belum selesai. Pihaknya berharap, kedepan KTNA Maja harus mampu mengambil langkah-langkah strategis dalam memanfaatkan peluang yang ada di depan mata.
Baca juga :
Puluhan Petani di Lebak Hadiri Rempug KTNA
“Bangun dulu sumber daya manusia (SDM petaninya,-red) sehingga memiliki wawasan dan kapasitas yang mumpuni dalam memanfaatkan sejumlah peluang, agar petani di Maja bisa lebih sejahtera,” katanya.
Sementara itu, Ketua KTNA Kabupaten Lebak Mulyana meminta, kepenguran KTNA Maja yang baru ini bisa membawa perubahan untuk masa depan petani ke arah yang lebih baik lagi.
“Saya berpesan lindungilah petani dari kelompok-kelompok tertentu yang dapat menimbulkan kegaduhan. Serta terus menjalin koordinasi dan komunikasi, baik itu dengan para pendahulu KTNA maupun dengan seluruh stakeholder yang ada,” tukasnya. (Deni).





































