LEBAK,- Bersekolah merupakan cita-cita setiap anak di dunia ini. Sama halnya dengan gadis berumur 16 tahun ini, yang terus membakar api dalam dirinya untuk bisa bersekolah demi mengejar cita-citanya ditengah keterbatasan fisik (Disabilitas) yang dia miliki sejak lahir.
Gadis muda tersebut bernama Ida Handila (16), siswi SMA Negeri 2 Malimping, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten.
Semangat Ida Handila (16) seorangan siswi kelas 11 SMA Negeri 2 Malimping, Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak .Siswi kelas 11 SMAN 2 Malimping ini sejak lahir sudah tidak bisa berjalan normal layaknya teman – teman sebayanya .
Meski demikian, Ditengah keterbatasan fisik serta keterbatasan ekonomi, tidak membuat putri dari pasangan Dayat (50) dan Anah (45) warga Kampug Sukatani, RT/RW 06/02, Desa Sumberwaras, Kecamatan Malimping ini hilang semangat untuk bersekolah.
Dayat yang hanya bekerja serabutan begitu juga Anah yang hanya bekerja jika ada tetangga yang meminta bantuan tenaganya untuk bekerja di sawah atau ladang.
Berutung keluarganya masuk kedalam Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH),
efek multiplier dari program PKH yang mewajibkan anak – anaknya bersekolah ternyata sangat membantu proses pembangunan di sektor pendidikan. Seperti halnya yang di alami oleh keluarga Dayat dan Anah ini. Ditambah semangat dari Ida yang ingin terus ingin bersekolah.
” Allhamdulilah walaupun kondisinya seperti itu, Ida tetap semangat sekolah, padahal dulu saya pernah melarangnya karena melihat kondisi anak, akan tetapi dia terus memaksa untuk bersekolah” ungkap Anah kepada pihak media, Senin (17/12).
Anah menuturkan, semangat Ida untuk terus bersekolah terus bertambah setelah keluarganya masuk kedalam KPM PKH, apalagi kamarin dirinya mendapat bantuan kursi roda dari Dinsos Provinsi Banten.
” Ida senang sekali setelah kemarin Pak Evi (pendamping PKH) memberikan bantuan kursi roda” tuturnya
Evi pendamping PKH membenarkan bahwa kemarin dirinya menyerahkan bantuan kursi roda dari Dinsos Provinsi Banten.
” Iya benar kemarin menyerahkan kursi roda buat ida” kata Evi.
Menurutnya, Ida sangat gigih dan berkemauan keras untuk terus bersekolah walaupun punya keterbatasan di fisiknya.
” Mudah-mudahan dia semakin bersemangat untuk bersekolah, dan kamipun berharap Dinas Pendidikan Provinsi Banten harus dapat bersinergi dengan Dinsos Provinsi Banten memastikan keberlanjutan proses pendidikan anak KPM tersebut ” ungkapnya
Sementara itu Kepala Seksi Jaminan Sosial Keluarga, Dinsos Provinsi Banten Budi Darma saat dihubungi lewat telepon selulernya mengatakan, efek multiplier dari Program PKH yang mewajibkan anak- anaknya bersekolah ternyata sangat membantu proses pembangunan di sektor pendidikan.
” Dengan mewajibkan setiap KPM PKH untuk anak – anak terus bersekolah menjadikan keluarga Ida terbantu secara pendidikanya. di tambah lagi semangat dari si anak untuk terus bersekolah walapun dalam kondisi ada kekurangan secara fisik patut diapresiasi oleh kita semua” pungkas Budi. (Suf/Deni).






































