LEBAK – Serangan Wereng Batang Coklat (WBC) sampai saat ini dianggap sebagai hama utama pada tanaman padi karena kerusakan yang diakibatkan cukup luas dan hampir terjadi pada setiap musim tanam.
Baca juga:
Coutinho Hatrick, Liverpool Hancurkan Spartak Moscow di Anfield
Hantam Mobil dan Rumah, Mobil Toyota Kijang Ringsek
Komisi I DPR RI Setujui Marsekal Hadi Tjahjanto Jadi Panglima TNI
Hama tersebut menyerang pada semua tahap pertumbuhan tanaman mulai dari persemaian sampai waktu panen. WBC menyerang dengan cara menghisap cairan tanaman pada bagian pangkal padi, akibatnya tanaman yang terserang menjadi layu, daun menguning kemudian meluas dengan cepat ke seluruh bagian tanaman dan akhirnya tanaman mati.
“Saat ini untujk wilayah Warunggunung populasi WBC sudah mencapai angka 0,86 ekor per umpun. Dalam 1 atau 2 minggu kedepan populasi ini di prediksi bisa meningkat 2 kali lipat,” kata Bukhori salah seorang anggota KTNA Warunggunung kepada Orbit Banten, Kamis (7/12).
Bukhori, Penyuluh sukarela menjelaskan, dalam keadaan populasi tinggi serangan WBC selain dapat mengakibatkan matinya tanaman dalam satu hamparan, juga dapat menyebabkan terjadinya puso.
“Dalam keadaan populasi wereng tinggi dan varietas yang ditanam rentan WBC dapat mengakibatkan tanaman seperti terbakar. WBC juga dapat menularkan penyakit virus kerdil hampa dan virus kerdil rumput,” terangnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, ledakan WBC biasanya terjadi akibat penggunaan pestisida yang tidak tepat, penanaman varietas yang rentan, pemupukan yang kurang tepat, dan kondisi lingkungan yang cocok untuk perkembangan WBC.
“Cuaca pada saat ini sangat berpotensi untuk memicu perkembangan populasi Organisme Pengganggu Tanaman (OPT),” paparnya.
Ia menyarankan pada petani di Lebak agar melakukan tindakan pengendalian hama untuk menghindari kerugian eknomi berupa kehilangan hasil panen (secara kuantitas) serta penurunan kauliatas mutu produk panen.
“Hal-hal yang dapat kita lakukan bagi yang belum tanam, pertama pilih varietas yang tahan WBC (cari info sebanyak mungkin/hubungi PPL atau POPT). Kedua, perlebar jarak tanam, tanan bibit muda, sedikit dan dangkal, hal ini dimaksudkan agar pertumbuhan tanaman menjadi terbuka sehingga cahaya matahari bisa masuk ke dalam rumpun dan dapat merubah iklim mikro sehingga WBC tidak betah. Ketiga, jangan biarkan air terlalu lama menggenang. Keempat, gunakan pestisida ramah lingkungan/pestisida nabati. Kelima, gunakan pestisida sintetis secara tepat dan bijak,” bebernya.(Deni Sopandi)




































