JAKARTA – Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Hadi Tjahjanto selesai mengikuti fit and proper test di Komisi I DPR RI Jakarta. Komisi I DPR RI sepakat dan menyetujui Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI yang baru menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo.
Baca juga:
Wagub Banten Tanam Puluhan Ribu Pohon
Pilkada Lebak, KPUD Targetkan Partisipasi Pemilih Capai 75 Persen
Diduga Keracunan, Warga Lebak Noong Dilarikan ke Puskesmas Mandala
Sekedar informasi, Jenderal Gatot Nurmantyo baru akan pensiun pada 1 April 2018. Namun, Presiden Joko Widodo mengusulkan pergantian Panglima TNI ke DPR RI. Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi calon tunggal Panglima TNI yang diusulkan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Setelah mendengarkan pemaparan visi misi dari Marsekal Hadi Tjahjanto, Komisi I DPR RI kemudian menyatakan sepakat dengan usulan Presiden. Namun, mereka memberikan dua catatan kepada kepala KSAU tersebut.
“Setelah melalui proses uji kelayakan dan kepatutan, serta meminta pandangan dari seluruh fraksi dan Anggota Komisi I DPR RI, maka Komisi I DPR RI memberikan persetujuan, terhadap Marsekal Hadi Tjahjanto menjadi Panglima TNI,” ungkap Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari dikutip dari akurat.co, Rabu (6/12).
Pimpinan dan anggota Komisi I DPR RI menilai, Marsekal Hadi Tjahjanto memiliki rekam jejak yang baik. Dia merupakan seorang yang profesional dan berdedikasi tinggi. Untuk itu, para wakil rakyat di senayan menyepakati dan menyetujui KSAU menggantikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.
“Selama meniti karir di TNI, rekam jejak Marsekal Hadi Tjahjanto cukup mumpuni. Dia berprestasi dan memiliki kualitas dan kecakapan untuk memimpin TNI,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Komisi I DPR RI juga menyetujui pemberhentian dengan hormat Jenderal Gatot Nurmantyo. Anggota Dewan di senayan mengapresiasi profesionalitas, dedikasi, dan integritas beliau selama memimpin TNI.
“Kami berharap, capaian yang telah diraih Jenderal Gatot Nurmantyo dilanjutkan,” ungkapnya.(Deni Sopandi)



































