Diduga Keracunan, Warga Lebak Noong Dilarikan ke Puskesmas Mandala

Kapolsek Cibadak AKP Ugum Taryana dan tim medis puskesmas Mandala melihat kondisi Ma'ruf.(Foto/istimewa)

LEBAK – Gara-gara mengonsumsi jamur, satu keluarga di Kampung Lebak Noong, Desa Kadu Agung Timur, Kecamatan Cibadak, harus mendapatkan penanganan medis dari Puskesmas Mandala. Bahkan, satu warga masih dalam kondisi lemah, sehingga belum diizinkan pulang oleh dokter puskesmas.

Tiga orang yang diduga keracunan jamur, yaitu Ma’ruf, Rukmini, dan Wahyudin. Mereka harus dibawa ke Puskesmas Mandala pada Selasa (5/12) malam, karena mual, pusing, dan muntah-muntah, setelah mengonsumsi jamur.

Baca juga:
Bupati Bagikan 2.000 Kartu Multi Trip Commuter Line Gratis
Pak Dirut, Sudah Tiga Hari Air PDAM Tidak Mengalir
Menikmati Senja di Balong Ranca Lentah Rangkasbitung

Ditemui di Puskesmas Mandala, kondisi Ma’ruf tampak tidak berdaya. Namun demikian, dia bisa berkomunikasi dengan wartawan, tim medis, dan Kapolsek Cibadak AKP Ugum Taryana. Kepada wartawan dan pihak kepolisian, Ma’ruf mengaku mendapatkan jamur tersebut dari tetangganya yang baru pulang mancing ikan. Jamur tersebut kemudian dimasak istrinya Rukmini dan di makan bersama anak dan istrinya.

“Saya makan paling banyak, sehingga kondisi saya yang paling parah. Istri dan anak saya udah pulang sejak semalam,” kata Ma’ruf kepada Orbit Banten, Rabu (6/12).

Kapolsek Cibadak AKP Ugum Taryana mengatakan, dugaan sementara Ma’ruf dan keluarganya keracunan setelah mengonsumsi jamur. Namun, hal itu harus dibuktikan secara medis. Tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) informasinya sudah mengambil sampel muntahan Ma’ruf untuk diteliti di laboratorium.

“Penyebab satu keluarga keracunan masih diselidiki. Informasi terkait Ma’ruf mengonsumsi jamur sebelum merasakan mual, pusing, dan muntah-muntah, akan jadi data awal kepolisian menyelidiki masalah tersebut,” jelasnya.

Mantan Kapolsek Gunungkencana ini meminta kepada masyarakat lebih hati-hati dalam mengonsumsi makanan atau jamur. Dia tidak ingin, ada warga lain yang keracunan.

“Imbauan saya, masyarakat hati-hati. Cuci makanan sebelum di masak. Untuk penyebab keracunan masih dilakukan penyelidikan,” paparnya.(Deni Sopandi)