LEBAK – Seorang Warga Kampung Cikawung, Desa Sawarna Barat, Kecamatan Bayah bernama Nana (40) dilaporkan meninggal dunia pasca gempa berkekuatan 6,1 yang mengguncang Kabupaten Lebak pada Selasa (23/1) pukul 13.45 lalu.
Sekertaris Desa (Sekdes) Sawarna Barat, Lili Suheli mengatakan korban meninggal akibat terkena serangan jantung pada saat terjadinya gempa.
“Korban sebelumnya mengidap penyakit diabetes dan pada saat gempa korban terkena serangan jantung,” ujarnya saat dihubungi orbitbanten.co.id (24/1).
Lili menuturkan korban sempat pingsan dan dibawa ke puskesmas setempat, namun naas ketika hendak di rujuk ke rumah sakit, korban menghembuskan nafas terakhirnya.
“Saat kejadian korban pingsan, lalu di bawa ke puskesmas, namun ketika hendak dirujuk ke rumah sakit, korban meninggal dunia,” tuturnya.
Baca Juga : Gempa 6,1 SR Guncang Lebak, Ratusan Rumah Rusak
Jumlah Rumah Rusak Akibat Gempa di Lebak Terus Bertambah
Selain itu, berdasarkan hasil rekapitulasi data sementara tercatat 1.269 rumah mengalami kerusakan akibat gempa. Dari 1,269 rumah terdiri dari rusak berat sebanyak 146 unit dan rusak ringan 1.123 unit.
Rumah yang mengalami kerusakan tersebar di 17 kecamatan antara lain Wanasalam 63 unit, Bayah 142 unit, Panggarangan 92 unit, Cilograng 149 unit, Lebak Gedong 66 unit, Cimarga 5 unit, dan Sajira 1 unit, Kecamatan Cirenten 17 unit, Cihara 5 unit, Bojongmanik 15 unit, Cijaku 23 unit, Cigemblong 9 unit, Malingping 549 unit, Cileles 1 unit dan Muncang 10 unit.
Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Madias mengatakan tidak hanya rumah, ada pula puluhan bangunan sekolah SD, SMP dan MA juga tempat ibadah. BPBD hingga kini mendirikan Posko Darurat untuk menerima laporan korban gempa tektonik.
“Kami akan berupaya secara maksimal untuk membantu para korban gempa agar kehidupan mereka tidak menimbulkan penderitaan,” ujarnya.
Menurut dia, pihaknya terus menyalurkan bantuan bahan pokok berupa beras, mie, air mineral dan kebutuhan lainnya. Penanganan pascabencana diprioritaskan agar para korban bisa kembali hidup normal.
“Kami berharap rumah warga yang rusak bisa dibantu oleh pemerintah agar mereka kembali membangun,” tandasnya. (Alvin)






































