Program Kampung KB, Harus Didukung Semua Pihak

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Lebak sedang memberikan sambutan pada saat rapat Kordinasi dan Evaluasi Kampung KB Kabupaten Lebak di Gedung TP PKK Pemkab Lebak. (Foto/Dok).

LEBAK,- Demi memadularaskan program Kependudukan, Keluarga Berencana (KB) dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Lebak menggelar Rapat Kordinasi dan Evaluasi Kampung KB Kabupaten Lebak di Gedung TP PKK Pemkab Lebak, Kamis (18/10/2018)

Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Kepala Dinas DP2KBP3A, Tim Pokja kampong KB tingkat Kabupaten Lebak dan tingkat Desa, Koordinator penyuluh PLKB, Pos KB dan Sub pos KB Desa.

Kepala DP2KNP3A Lebak, H Tajudin mengungkapkan, bahwa di Kabupaten Lebak sampai tahun 2018 ini sudah terbentuk 82 kampung KB dengan fokus desa tertinggal dan telah meraih gelar Juara 3 terbaik tingkat provinsi Banten tahun 2018.

Sementara itu, Kepala perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Aan Jumhana Mulyana menyampaikan, bahwa program ini perlu mendapat perhatian yang sama dan terintegrasi dari berbagai pihak sehingga program kampung KB tidak dipandang sebagai kampung BKKBN. Kampung KB, kata Aan, sebagai lokus program yang terintegrasi dari berbagai sektor yang bisa menjadi solusi dalam mensukseskan program Lebak sehat, Lebak cerdas dan Lebak sejahtera.

“Kampung KB ini bisa menjadi solusi mengurai permasalahan dari bawah, maka perlu adanya kordinasi dan kerja sama dengan seluruh sektor untuk melahirkan program yang pro rakyat,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak Ir H Dede Jaelani mengatakan, program kampung KB merupakan program multi sektoral yang dapat menjadi ujung tombak 3 program utama Bupati Kabupaten lebak yaitu Lebak sehat, Lebak cerdas dan Lebak sejahtera. Kampung KB adalah kampung keluarga berkualitas yang merupakan pembangunan dan pelayanan publik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sehingga seluruh aspek khususnya, tim pokja kampung KB, para PLKB, Pos KB Desa di Kabupaten Lebak bisa bersinergi dalam pelaksanaan program kegiatan terhadap upaya percepatan pengentasan kemiskinan Desa tertinggal Kabupaten Lebak yang jumlahnya sebanyak 201 maupun pelayanan lainnya sehingga capaian target kinerja program KB mencapai sasaran yang diharapkan.

“Pembangunan pemerintah ada 3 unsur yang berperan optimal yaitu pemda, pihak swasta dan masyarakat, saya yakin 3 unsur ini harus terpadu. Mari sama sama berperan dan bertanggung jawab sesuai tupoksinya masing-masing agar program kampung KB ini mencapai sasaran yang diharapkan,” ungkapnya. (Deni).