LEBAK, – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Utama Serang Raya gencar mensosialisasikan manfaat menjadi anggota BPJS ketenagakerjaan kepada masyarakat yang berada di wilayah Desa Wanasalam, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten yang berlokasi di salah satu gedung sekolah SMPN 1 Wanasalam, Senin (14/12/202).
Dalam sosialisasi tersebut dihadiri oleh Camat Kecamatan Wanasalam, Kepala Sekolah SMPN 1 Wanasalam, para pegawai Desa di Kecamatan Wanasalam dan warga. Rencananya sosialisasi ini akan terus dilakukan hingga ke pelosok desa agar masyarakat biasa seperti pedagang, petani, tukang ojek, sopir dan yang lainnya bisa menikmati program ini.
Didin Haryono, Kepala Cabang Utama Serang Raya saat ditemui usai sosialisasi mengatakan, sosialisasi ini dilakukan diseluruh wilayah Banten yang mencakup wilayah kerjanya Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang, dan Cilegon.
“Sosialisasi ini adalah salah satu rangkaian program kami di akhir tahun mengenai manfaat BPJS ketenagakerjaan sekaligus mengedukasi dan Akuisisi peserta BPJS Ketenaga kerjaan bagi warga pekerja yang ada di kecamatan Wanasalam,” katanya.
Dari sekian Kecamatan, pihkanya akan melakukan roadshow pertama kali di Kecamatan Wanasalam. Kemudian ke Kecamatan lain seperti Kecamatan Malingping, Cihara, Panggarangan dan seterusnya hingga Kabupaten Pandeglang yaitu di kecamatan Panimbang.
“Karena cakupan wilayah kerja kami itu meliputi beberapa kabupaten dan kota di Provinsi Banten seperti Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang, dan Cilegon,” ujarnya.
Lebih lanjut Didin mengatakan, tujuan soaialisasi ini adalah untuk mengedukasi masyarakat pekerjaan agar ikut dalam BPJS ketenaga kerjaan dan sasarannya itu masyarakat biasa, seperti pedagang petani tukang ojek dan yang lainnya. Sehingga mereka tahu manfaat BPJS ketenagakerjaan dan mereka mau menjadi anggotanya.
“Alhamdulillah banyak yang sudah menjadi peserta hari ini yang daftar langsung menjadi peserta BPJS yang jumlahnya mencapai 100 orang,” ungkapnya.
Menututnya, anggota BPJS ketenagakerjaan di Kabupaten Lebak masih relatif kecil dari jumlah penduduk pekerja yakni sekitar 2 persen yang sudah masuk ke BPJS ketenagakerjaan pekerja informal.
“Untuk itu saat ini adalah tugas kami untuk menyampaikan informasi ini karena pada kenyataannya ketika mereka sudah tahu dan mereka paham contoh konkrit saja guru honorer SMPN 1 Wanasalam kurang lebih 30 orang, sebelumnya mereka belum terdaftar di BPJS ketenaga kerjaan namun ketika kita jelaskan manfaatnya mereka langsung daftar, maka kedepan kami akan terus gencar mensosialisasi manfaatnya kepada masyarakat pekerja hingga ke pelosok-pelosok desa,” katanya.
Dalam kegiatan sosialisasi ini juga dilakukan penyerahan santunan jaminan kematian sebesar Rp 42 kepada salah satu ahli waris di kecamatan Wanasalam yang sudah ikut keanggotaan BPJS ketenagakerjaan.
“BPJS ketenaga kerjaan ini bisa di ikuti oleh para petani, nelayan, pedagang, tukang ojek sopir, guru ngaji kyai ustad dan honorer yang ada di sekolah-sekolah baik swasta maupun negeri.” katanya.
Mulyadi, salah satu warga yang mengikuti sosialisasi tersebut sekaligus Kepala Sekolah SMPN 1 Wanasalam mengatakan, BPJS ketenagakerjaan ini cukup penting dan sangat membantu masyarakat.
“Apalagi di sekolah saya masih banyak guru honor yang dianggap perlu untuk ikut menjadi anggota BPJS ketenaga kerjaan, karena dihawatirkan ada hal – hal yang tidak kita inginkan terjadi, seperti halnya kecelakaan dijalan pada saat mau berangkat ke sekolah. Tapi dengan pprogram ini bisa meringankan beban kita saat terjadi musibah,” katanya. (Kus).



































