
LEBAK,- Perguruan Tinggi La Tansa Mashiro mengelar Bazar Kuliah Kerja Usaha Karya Alternatif Mahasiswa (KKU-KAM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE), bertempat di lingkungan kampus selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu (20-22/9/2018). Kegiatan tersebut, diharapkan mampu mendorong jiwa kewirausahaan mahasiswa yang profesional dan religius.
Bazar tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan STIE Latansa Mashiro dalam pengembangan skill para mahasiswa di dunia Enterpreneur. Bazar KKU-KAM tahun ini telah diikuti oleh 189 mahasiswa semester genap yang terbagi menjadi 39 kelompok, terdiri dari 36 kelompok usaha mandiri, dan 3 kelompok pendamping.
“Bazar ini merupakan periode kedua, dimulai pada tahun 2017 dengan diikuti 25 kelompok, dan pada periode sekarang sudah ada perkembangan dengan jumlah sebanyak 39 kelompok,” kata Ketua Pelaksana Bazar KKUKAM Latansa Mashiro Dede Suharna kepada Orbit Banten, Kamis (20/9/2018).
Dede menuturkan, bazar tersebut bertujuan untuk memberikan kesempatan serta pengalaman kepada para mahasiswa untuk menerapkan ilmu manajemen yang didapat para mahasiswa kedalam dunia Enterpreneur secara langsung.
“Saya harap, jika produk yang dijual para mahasiswa didalam bazar ini memiliki nilai ekonomi dapat terus dilanjutkan, tidak semata-mata hanya untuk melengkapi nilai saja. Sehingga ilmu manajemen yang mereka pelajari dapat mereka terapkan didalam kehidupannya sehari-hari,” tuturnya.
Senada diungkapkan Ketua STIE Latansa Mashiro Zakiyya Tunnufus, dirinya percaya bahwa para mahasiswanya dapat mengembangkan skill maupun usahanya dalam bidang enterpreneur, sehingga dapat menciptakan produk-produk unggulan.
Pihaknya berkomitmen, akan terus mensuport para mahasiswanya untuk mengembangkan produk maupun usahanya. Sehingga dapat menggali potensi yang dimiliki para mahasiswa secara maksimal. Dalam upayanya tersebut, pada tahun 2019 nanti, La Tansa Mashiro telah berencana untuk menjalin mitra dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak serta Dinas terkait lainnya untuk mengembangkan produk para mahasiswa.
“Kita juga akan bekerjasama dengan UKM yang sudah berjalan dan asosiasi wirausahawan muda, sehingga produk yang dijual para mahasiswa dapat dipasarkan ke dunia luar, tidak hanya di ruang lingkup kampus saja. Dan bagi para mahasiswa yang memiliki produk unggulan akan mendapat pelatihan khusus, untuk mengembangkan produk miliknya,” katanya.
Sementara itu, Andi mahasiswa La Tansa Mashiro prodi manajemen yang menjadi salah satu peserta dalam bazar tersebut mengungkapkan, kegiatan bazar ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi dirinya serta teman-temannya dalam menggeluti dunia Enterpreneur.
“Disini saya bisa belajar memulai usaha dari nol. Mulai dari tahap perencanaan, produksi dan manajemen kelompok. Dengan begitu berkat bazar ini saya sudah tahu dunia Enterpreneur itu seperti apa, sehingga nantinya tidak kaget lagi ketika terjun ke dunia Enterpreneur,” pungkasnya. (Yusup).


































