
LEBAK,- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli Lebak (FMPL) berunjuk rasa menuntut kesejahteraan tenaga pendidikan dan peningkatan kualitas sarana pendidikan di Lebak. Mereka nyaris terlibat adu jotos dengan aparat kepolisian saat memaksa masuk halaman Pendopo Pemda Lebak, Kamis (2/5/2019).
Saat memaksa masuk, para mahasiswa nyaris merobohkan gerbang Pemda Lebak. Namun, emosi mahasiswa dapat diredam oleh aparat kepolisian Polres Lebak dan korlap aksi yang membantu proses negosiasi antara mahasiswa dengan petugas.
Dalam orasinya, mereka menuntut soal kesejahteraan tenaga pendidik honorer, fasilitas pendidikan yang belum merata, perketat Pengawasan dan Edukasi tentang Bullying. Pemerataan pendidikan, peningkatan gaji guru honorer, serta evaluasi sistem UNBK bagi masyarakat yang tinggal di pelosok.
“Kami minta peningkatan gaji tenaga honorer dan pemerataan sarana pendidikan di Kabupaten Lebak,” kata Korlap aksi Sahrul Gunawan kepada wartawan, Kamis (2/5/2019).
Menurutnya, pemerintah tidak serius menangani maslah pendidikan di Lebak.
“Pemerintah tidak konsisten, padahal Visi Lebak Cerdas belum tercapai, tapi sekarang sudah menggaungkan sektor pariwisata,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Lebak, Wawan Ruswandi yang menemui puluhan mahasiswa menyatakan bahwa pemerintah sudah mengalokasikan anggaran untuk sektor pendidikan.
“Tahun ini untuk prasana RKB sudah dianggarkan sebesar Rp70 miliar, untuk insentif guru hononer SD dan SMP Rp30 miliar dari sebelumnya Rp15 miliar. Sedangkan untuk beasiswa siswa berprestasi tadi sudah di launching oleh Bupati, kami membuka beasiswa khusus untuk mahasiswa kedokteran,” ujarnya. (Deni).

































