Warga Cisimeut Raya Ditangkap Densus 88

*Diduga Simpatisan ISIS

LEBAK- Masyarakat Kampung Cimuntur, Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, dikagetkan dengan penangkapan Diki Maenaki (DM) putera pasangan Ade Saprudin dan Umyanah di atas kapal cepat Exspress Bahari Dua ruten Manado-Tahuna pada Sabtu (11/11). DM diduga akan menyeberang ke Filipina untuk bergabung dengan kelompok Islamic State Iraq and Syiria (ISIS).

Kepala Desa Cisimeut Jaya Ohan Bahari menyatakan, pada Minggu (12/11), dia kedatangan tamu yang mengaku dari Badan Intelejen Negara (BIN). Yang bersangkutan kemudian minta diantar ke rumah orangtua DM di Kampung Cimuntur. DM dituding terlibat dalam organisasi radikal dan akan melakukan jihad ke Filipina bersama tiga orang rekannya asal Serpong.

“Sejak kemarin, aparat kepolisian dan TNI berpakaian sipil datang ke rumah orangtua DM. Mereka mempertanyakan tentang kepribadian dan aktivitas DM sebelum berangkat kerja ke Jakarta,” kata Ohan kepada Orbit Banten, Senin (13/11).

Kades Ohan mengaku, tidak percaya DM terlibat organisasi terlarang. Apalagi, pemuda asal Cimuntur tersebut dikenal sebagai sosok yang tidak gaul, pendiam, dan jarang keluyuran seperti pemuda lainnya. Tidak hanya itu, DM juga enggak pernah menimba ilmu di pondok pesantren. Dia hanya belajar baca Al-Quran kepada kakeknya.

“Teman-teman DM di Cisimeut Raya heran dan enggak nyangka DM jadi simpatisan ISIS,” terangnya.

Sebelum pergi ke Jakarta, DM selalu tinggal di rumah. Dia lulus SMAN 2 Leuwidamar pada 2016 dan satu setengah bulan lalu, DM bekerja ke Jakarta, karena diajak kerabatnya asal Bekasi.

“Infonya, dia kerja sebagai OB (office boy-red) di Dinas Cipta Karya atau Dinas Bina Marga DKI Jakarta,” ungkapnya.

Umyanah, ibu DM mengatakan, aneh anaknya terlibat organisasi ISIS. Selama ini, dia jarang keluar rumah untuk sekedar main dengan teman-temannya.

“Aneh saja, DM jadi terlibat dengan ISIS. Padahal selama inj, dia baik, pendiam, dan jarang gaul,” tukasnya.(Alvin)