Dilanda Kekeringan, Produksi Gabah Petani di Lebak Menurun

Petani sedang memanen padi yang produksi gabahnya menurun drastis akibat kekeringan. (Foto/Deni).

LEBAK,- Musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Lebak, Banten menyebabkan produksi gabah petani menurun. Kondisi ini disebabkan minimnya pasokan air ke sawah, akibatny bulir padi tidak tumbuh maksimal.

Salah seorang petani di Kampung Cibungur Pasir, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Saprudin mengatakan, para petani mulai merasakan dampak kekeringan. Pasalnya, sudah tiga bulan ini sumber air tidak ada. Akibatnya produksi gabah mengalami penurunan dari satu ton gabah per hektare kini menjadi 7 kuintal per hektare.

Baca juga :
Akibat Kekeringan, Petani Padi di Lebak Terancam Gagal Panen

“Produksi gabah kini menurun. Biasanya dapat satu ton, tapi sekarang berkurang sekitar tiga kuintal,” kata Saprudin saat ditemui Orbit Banten, Senin (13/8/2018).

Jika tidak diantisipasi, lanjut Saprudin, petani bisa merugi. Selain pertumbuhan padi melambat, bulir padi juga kurang berisi. Kondisi ini diperparah akibat saluran irigasi dari bendungan Cijoro yang sudah tidak lagi berfungsi dengan baik karena terjadi pendangkalan yang akhirnya produksi gabah petani juga menurun.

“Kami harap pemerintah segera turun tangan memperbaiki saluran irigasi agar saat musim kemarau tiba sumber air masih tetap bisa mengalir ke sawah,” harapnya. (Deni).