Dua Tahun, Siswa MTs di Curugbitung Belajar di Teras Rumah

Siswa MTs belajar di lantai teras rumah kepala madrasah di Ciburuy, Kecamatan Cirugbitung. (Foto/Ali)

LEBAK – Sebanyak 50 siswa Madrasyah Tsanawiyah (MTs) AL – Miftahudin di Kampung Cijakilah, Desa Ciburuy, Kecamatan Curugbitung, melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di lantai rumah milik kepala sekolah. KBM terpaksa dilaksanakan di lantai teras rumah, karena MTs Al-Miftahudin kekurangan ruang kelas.

Baca juga:
Malingping Juara Umum MTQ XXXVI di Sajira
Tok!! RAPBD Lebak Rp2,317 Triliun Disahkan
ASN di Lebak Dilarang Gunakan LPG Bersubsidi

Saepul Buhori, salah seorang guru MTs Al – Miftahudip mengatakan, madrasah di tempatnya mengajar berdiri pada 2008 dan hanya memiliki 6 ruangan kelas. Jumlah siswa yang menuntut ilmu di MTs tersebut sebanyak 260 siswa. 50 orang siswa kelas dua terpaksa harus mengikuti KBM di teras rumah milik kepala sekolah.

“Jujur, para siswa dan guru tidak nyaman. Tapi, mau gimana lagi, karena tidak ada ruang belajar yang bisa digunakan untuk menampung siswa kelas VII,” kata Saepul kepada Orbit Banten, Minggu (26/11).

Pihak madrasah, katanya, telah mengajukan proposal permohonan bantuan kepada Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lebak. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Sampai sekarang, proposal yang diajukan belum direspons pihak terkait.

“Kami membutuhkan bantuan dua ruang kelas baru untuk mendukung KBM di madrasah. Semoga, bantuan yang diharapkan dapat terealisasi tahun depan,” harapnya.

Kepala Desa Ciburuy, Kecamatan Curugbitung Rudi membenarkan, tentang kondisi KBM di madrasah Al-Miftahudin yang dilaksanakan di teras rumah. Kondisi tersebut diyakini dapat memengaruhi kualitas pendidikan yang dihasilkan.

“Kami prihatin melihat kondisi KBM di MTs Al-Miftahudin. Anak-anak enggak bakal fokus belajar di ruangan terbuka,” tukasnya.(Ali)