
LEBAK,- Akibat kurangnya promosi dan sosialisasi, mengakibatkan Plaza Lebak yang berada di sekitar terminal Mandala, tepatnya di Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten sepi pengunjung. Padahal kehadiran Plaza Lebak tersebut sebagai pusat perbelanjaan dan promosi produk kerajinan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memasarkan berbagai jenis produk khas Lebak.
Penanggung jawab Plaza Lebak Yopi Sunardi Pratama mengatakan, minimnya promosi dan sosialisasi dari pemerintah membuat sebagian masyarakat Lebak tidak mengetahui keberadaan Plaza Lebak yang diresmikan awal tahun 2017 ini.
“Kurangnya promosi dan tidak adanya target membuat tempat ini sepi dari pengunjung,” katanya kepada wartawan, Selasa (4/9/2018).
Baca juga :
Ridwan Kamil Siap Promosikan Pariwisata Budaya Lebak
Ia mengaku, jumlah pengunjung yang datang ke Plaza Lebak masih sangat sepi. Selama ini, peningkatan pengunjung terdongkrak jika ada event-event tertentu saja. Tapi jika hari-hari biasa jumlah pengunjung dipastikan sepi.
“Selama ini kami hanya mengandalkan kegiatan-kegiatan resmi saja, seperti kunjungan kerja atau event HUT Lebak,” ujarnya.
Baca juga :
Pekan Raya Lebak Pamerkan Produk UMKM
Sementara itu, Kabid Usaha dan Industri Disperindag Lebak, Herisnen mengatakan, kehadiran Plaza Lebak ini jika dilihat dari tingkat jumlah pengunjung memang belum terlalu signifikan. Namun demikian, pihaknya akan terus berupaya mempromosikan dan menyosialisasikan keberadaan tempat tersebut serta menambah jenis-jenis produk lainya, sehingga bisa mendongkrak jumlah pengunjung.
Ia menambahkan, sebagai pusat perbelanjaan dan promosi produk kerajinan UMKM, tentu ini sangat membantu para pelaku usaha dan pengrajin di Lebak. Bahkan sampai saat ini, ada sekitar 90 jenis produk yang dipasarkan di Plaza Lebak, mulai dari makanan, pakaian, aksesoris, dan funitur.
“Mudah-mudahan kedepan bisa lebih maju dan berkembang lagi. Sehingga bukan hanya masyarakat Lebak saja yang datang ke tempat ini, tapi juga dari daerah lain bahkan pengunjung dari mancanaegara,” imbuhnya. (Deni).


































