Lebak Butuh Tambahan Armada Pemadam Kebakaran

Foto bersam petugas Damkar pada Dinas Satpol PP Lebak usai menggelar kegiatan di alun-alun Rangkasbitung beberapa waktu lalu. (Foto/Dok).

LEBAK,- Peralatan penanganan bencana alam khususnya kebakaran di Kabupaten Lebak, Banten masih sangat minim. Kabupaten Lebak dengan luas sekitar 3.044,72 kilometer persegi itu hanya memiliki 5 (lima) mobil diantaranya, 2 (dua) unit mobil tangki dan 3 (tiga) unit mobil pemadam kebakaran untuk mengcover 28 kecamatan. Ironisnya, satu unit di antaranya sudah rusak berat dan tidak bisa digunakan.

Minimnya armada damkar mengakibatkan penanganan bencana kebakaran menjadi tidak maksimal. Selain itu, letak geografis wilayah Lebak yang luas membuat armada pemadam kebakaran kerap terlamba tiba di lokasi.

Kasi Damkar Dinas Satpol PP Lebak Suparmin yang dikonfirmasi membenarkan minimnya jumlah armada damkar untuk mengcover bencana di 28 kecamatan. Menurutnya, dari lima unit mobil damkar, hanya empat mobil yang bisa beroperasi dengan maksimal.

Baca juga :
Dalam Sehari, Tiga Peristiwa Kebakaran Terjadi di Lebak

“Peralatan kami masih minim hanya ada empat unit damkar. Jadi tidak maksimal untuk menangani bencana kebakaran,” kata Suparmin saat ditemui Orbit Banten, diruang kerjanya, Jumat (19/10/2018).

Untuk menyiasati kekurangan armada damkar tersebut, pihaknya kerap meminta bantuan daerah tetangga seperti Kabupaten Pandeglang, Sukabumi serta dari pihak perusahaan swasta apabila terjadi bencana kebakaran. Seperti dalam musibah terbakarnya beberapa unit toko dan los di terminal Kecamatan Bayah serta Wanasalam beberapa waktu lalu.

Baca juga :
Delapan Kios di Terminal Bayah Ludes Terbakar

“Bantuan dari daerah tetangga atau pihak swasta memang cukup ampuh untuk membantu penanganan bencana yang terjadi. Namun, kita juga tidak bisa mengandalkan sepenuhnya,” ucapnya.

Dengan demikian, pihaknya berharap ada penambahan mobil damkar baru untuk menutupi kekurangan tersebut. Sehingga bila terjadi bencana kebakaran dapat tertanggulangi dengan maksimal.

Sebagai bahan pertimbangan para pemangku kebijakan di Lebak, pihak damkar setempat telah melakukan pembagian kedalam tiga zona untuk memetakan wilayah kerawanan bencana kebakaran yakni Selatan, Utara, dan pusat atau Tengah. Disetiap zona tersebut rencananya akan didirikan pos Damkar.

Baca juga :
Pemkab Lebak Kekurangan Armada Damkar

“Kami berharap Pemkab Lebak segera merealisasikan pendirian pos damkar yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang diperlukan dalam proses penyelamatan masyarakat, mengingat penanganan kebakaran sangat vital bagi keselamatan baik petugas maupun masyarakat itu sendiri,” harapnya.

Sementara itu, Koordinator lapangan Damkar Lebak Anna Wahyudin menambahkan, salah satu upaya pencegahan yang tengah dilakukan petugas Damkar, yakni melakukan upaya preventif kepada masyarakat untuk meminimalisasi potensi kebakaran.

“Saat ini kita juga gencar sosialisasi ke masyarakat terkait upaya pencegahan kebakaran. Dengan demikian, kejadian kebakaran di wilayah Kabupaten Lebak bisa lebih ditekan,” katanya.

Selain itu, lanjut Anna, pihaknya juga meminta kepada masyarakat agar selalu memperhatikan instalasi listrik yang terpasang di rumah.

“Instalasi yang buruk bisa memicu kebakaran akibat korsleting listrik. Selain upaya preventif kepada masyarakat, sosialisasi serupa juga dilakukan kepada para pelaku industri yang beroperasi di wilayah Kabupaten Lebak,” ujarnya.

Ia juga berharap, Pemkab Lebak dapat mengalokasikan anggaran penanggulangan bencana. Karena menurutnya, setiap personel Damkar memiliki beban tugas dan risiko pekerjaan yang besar. Sekaligus memberikan perlindungan kepada petugas damkar. (Deni).