Gedung Perpustakaan dan Laboratorium SMAN 1 Leuwidamar Rusak Parah

Salah seorang siswa SMAN 1 Leuwidamar sedang menunjukan ruang Laboratorium komputer dan Perpustakaan yang rusak, Kamis 26/7/2018. (Foto/Yusup).

LEBAK,- Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten sampai saat ini belum memiliki Ruang Perpustakaan dan Lab Komputer yang memadai.

Pasalnya, ruang Perpustakaan dan Lab Komputer yang mereka miliki sekarang kondisinya sudah rusak parah, sehingga pihak sekolah tidak bisa melaksanakan proses belajar mengajar di dua ruangan tersebut.

Padahal, dua ruangan tersebut memiliki fungsi yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Dengan begitu, baik pihak sekolah maupun siswa sangat mendambakan atau mengharapkan dapat melakukan proses belajar mengajar, dimana setiap siswa dan guru dapat belajar bersama dengan membaca buku yang merupakan gudang ilmu di suatu ruangan yang sama. Selain itu, mereka juga mengharapkan dapat mempelajari ilmu teknologi berupa komputer yang pada era digital sudah menjadi kebutuhan pokok setiap individu.

Kepala SMAN 1 Leuwidamar Bambang Wiratmo menjelaskan, sejak dibangun ruang perpustakaan pada tahun 1994 sampai saat ini ruangan yang menjadi tempat untuk siswa membaca buku, belum pernah di renovasi atau diperbaiki sedikit pun, sehingga kondisinya saat ini sudah rusak parah dan tidak bisa digunakan lagi.

Tidak hanya itu, Lab Komputer yang berada di sebelah ruang perpustakaan saat ini kondisinya tidak jauh berbeda dengan ruang perpustakaan.

“Ruang perpustakaan dan lab komputer sendiri usianya masing-masing sudah mencapai 24 dan 14 tahun, dengan kondisi yang rusak parah kami terpaksa mengkosongkan dan membongkar atap dua ruangan tersebut untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Kepala SMAN 1 Leuwidamar Bambang Wiratmo kepada Orbitbanten.co.id, Kamis (25/7/2018).

Untuk saat ini, kata Kepsek, proses belajar mengajar yang menggunakan dua ruangan tersebut dialihkan ke ruangan kelas yang masih bisa digunakan.

“Untuk buku dan komputer kita lengkap ada, cuma sekarang ruangannya saja yang kita tidak punya. Jadi, kita pakai ruangan yang masih bisa digunakan seperti gudang, yang digunakan untuk tempat menyimpan buku,” kata Kepsek.

Menurutnya, pihak sekolah sudah mengajukan usulan kepada Dinas Provinsi Banten untuk perbaikan ruang perpustakaan dan lab komputer yang saat ini kondisinya rusak parah.

“Tiga tahun lalu saya sudah mengajukan perbaikan. Bahkan sudah ditinjau oleh pihak dinas, cuma belum nasibnya aja untuk direhab,” ungkapnya.

Bambang mengharapkan, Pemerintah Provinsi dapat segera memberikan bantuan untuk membangun kembali dua ruangan tersebut, melihat fungsinya yang sangat penting untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah.

“Harapannya tentu kami ingin segera ada perbaikan. Apalagi, Gubernur Banten saat ini tengah fokus meningkatkan dunia pendidikan. Mudah-mudahan sekarang kita yang dapet giliran,” harapnya.

Sementara itu, Kepala cabang Dinas pendidikan (KCD) Kabupaten Lebak Sargawi mengatakan, bahwa semua SMK dan SMÀ yang ada di Kabupaten Lebak sudah diajukan rehab serta penambahan tiga ruang kelas baru (RKB) dan ruang perpustakaan ke bagian sarana Dinas Pendidikan Provinsi Banten. Bahkan, sebagian ada yang diajukan ke Derektorat Jendral Pendidikan di Kementrian.

“Kita sudah ajukan rehabilitasi ruang kelas, perpustakaan dan tambahan RKB kepada pusat, semoga tahun ini dapat terealisasi,” tandasnya. (Yusup).