Calon Tunggal Pilkada Lebak 2018, Aktivis : Parpol Gagal Lakukan Kaderisasi

Unro Al Juhri, Aktivis Kabupaten Lebak, (Foto/Dok).

LEBAK – Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lebak dipastikan hanya ada calon tunggal pada Pilkada serentak yang akan digelar Juni 2018. Situasi itu mengundang keprihatinan dari masyarakat Lebak.

Calon petahana Iti Octavia Jayabaya – Ade Sumardi sudah mendaftar ke KPU, Rabu (10/01) kemarin. Bahkan, pasangan calon tersebut didukung oleh semua partai politik yang berada di kursi DPRD Kabupaten Lebak.

Salah seorang aktivis Lebak Unro Al Juhri mengatakan, calon tunggal merupakan indikasi partai politik (parpol) gagal dalam melakukan proses kaderisasi. Hal ini pun kemudian berpotensi menimbulkan dampak negatif dalam pelaksanaan demokrasi, terutama terkait sikap apatis masyarakat Lebak.

“Partai politik tidak memiliki kepercayaan diri untuk mengajukan calon internalnya. Mereka tidak berani bertarung dan mengusung calon untuk Pilkada pada tahun ini,” ujar Unro Al Juhri kepada Orbit Banten, Jumat (12/01).

Menurutnya, elite partai politik takut kalah bertarung, sehingga mereka berbondong – bondong mendukung calon petahana Iti Octavia Jayabaya – Ade Sumardi.

“Jika semua kursi di DPRD Kabupaten Lebak mendukung calon petahana, maka masyarakat dihadapkan pada pilihan yang tidak kompetitif,” ujarnya.

Ia menyayangkan fenomena ini bisa terjadi. Menurutnya, dengan munculnya pasangan calon tunggal, ini menandakan bahwa sistem kaderisasi partai politik gagal dalam melahirkan calon pemimpin baru. Terlebih bakal calon dari jalur perseorang sudah dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh KPU Lebak.

“Saya khawatir ini akan menimbulkan apatisme politik dimasyarakat dan tingkat partisipasi pemilih makin rendah,” tandasnya. (Deni).