Jalan Penghubung Dua Desa di Rangkasbitung Dikeluhkan Warga

Salah seorang pengendara roda dua melintas dijalan yang menghubungkan antara Desa Sukamanah dengan Kelurahan Cijoro Pasir, Rangkasbitung

LEBAK,- Jalan yang menghubungkan antara Desa Sukamanah dengan Kelurahan Cijoro Pasir, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten dikeluhkan warga. Pasalnya, jalan sepanjang kurang lebih 500 meter yang berada di Kampung Pasir Turi, Desa Sukamanah ini kondisinya rusak parah sehingga sulit dilalui.

Pantauan Orbit Banten di lokasi, Jumat (7/12/2018) warga mengeluhkan kerusakan jalan yang menghubungkan dua desa tersebut, karena kerusakan jalan menyebabkan pengendara roda dua maupun empat kesulitan saat melewati jalan jalur tersebut.

Pasalnya saat musim hujan warga susah melintas khususnya bagi pengendara sepeda motor karena jalannya licin. Bahkan tidak sedikit pengendara motor terjatuh.

Seperti yang diungkapkan Wati (36) salah seorang pengendara yang melintas mengaku kesulitan saat melewati jalan itu saat musim penghujan lantaran kondisinya rusak parah.

“Kalau lewat jalan ini harus hati-hati, karena jalanya licin. Apalagi kalau musim hujan banyak pengendara yang jatuh,” kata Wati kepada Orbit Banten, Jumat (7/12/2018).

Senada diungkapkan Asep, warga Pasir Turi, kondisi tersebut sudah berlangsung lama namun tak kunjung diperbaiki. Untuk mengantisipasi jatuhnya korban, ia bersama warga lainya secara swadaya melakukan pengurugan menggunakan batu bata sisa bangunan agar mudah dilalui pengendara.

“Dari tahun 2001 sampai sekarang belum ada perubahan. Apalagi saat turun hujan kondisinya bisa membahayakan pengendara saat melintas karena licin,” katanya.

Pihaknya berharap, jika jalan sepanjang kurang lebih 500 meter yang menghubungkan Desa Sukamanah dengan Kelurahan Cijoro Pasir ini segera diperbaiki.

“Kami harap jalan ini segera diperbaiki, karena selain akses utama warga dari dua desa dalam mengangkut hasil panen maupun keperluan lain. Jalan ini juga digunakan sebagai jalur alternatif warga menuju wilayah lain menuju Kolelet dan Pamarayan,” harapnya. (Deni).