Patut Bangga, Kyai di Lebak Ini Pasarkan Kreasi Bambu Santrinya di Ajang TEI-VE 2020

Nasir Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fur'qon

KABUPATEN LEBAK – Warga Kabupaten Lebak patut berbangga diri, pasalnya salah satu pelaku Ekonomi kreatif di Lebak berhasil membawa nama Lebak dipanggung pameran dagang terbesar se-Asia Tenggara Trade Expo Indonesia Virtual-Exibition (TEI-VE) 2020 yang dilaksanakan pada 11 hingga 16 November 2020.

Dalam ajang pameran bergengsi yang di ikuti oleh beberapa negara di benua Asia Tenggara tersebut, nama Kabupaten Lebak diwakilkan oleh pimpinan Pondok Pesantren Al-Fur’qon yakni Kyai Nasir yang juga merupakan owner dari Bejod Magic Bamboo. Bejod Magic Bamboo sendiri merupakan intdustri kreatif yang bergerak dalam bidang olahan kerajinan tangan yang berbahan baku bambu.

Adapun produk yang dibawa oleh Bejod Magic Bamboo dalam pameran yang dilaksanakan secara virtual tersebut ialah Gitar Bambu, Tas Bambu, Gelas Bambu, dan banyak kerajinan tangan lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lebak Imam Rismahayadin mengatakan, keikutsertaan Bejod Magic Bamboo dalam pameran terbesar se-Asia Tenggara tersebut merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi warga Kabupaten Lebak. Karena, melalui pameran tersebut, Lebak telah mendapatkan keesempatan untuk eksis dikancah internasional dengan memperkenalkan beragam produk unggulan yang merupakan hasil kerajinan tangan warga Lebak.

“Alhamdulillah Bejod Magic Bamboo dapat mewakilkan Lebak untuk tampil dalam perhelatan pameran bergensi yang di ikuti oleh berbagai Negara di Asia Tenggara ini,” kata Imam kepada Orbitbanten.co.id, Rabu (18/11/2020).

Kadispar berharap dengan berpartisipasinya Bejod Magic Bamboo dalam pameran TEI-VE 2020 tersebut, dapat menjadi pematik api semangat bagi para pelaku ekonomi kreatif yang ada di Kabupaten Lebak untuk bisa terus berkreasi menyalurkan bakat melalui berbagai bidang dan media. Untuk itu, pihaknya juga berkomitmen akan terus mendukung para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Lebak.

“Semoga ini menjadi penyemangat bagi para pelaku ekonomi kreatif di Kabupaten Lebak agar dapat terus berkarya dan menorehkan prestasi, tentunya Kami (Dispar Lebak,-red) akan terus mendukung para pelaku eknomi kreatif tersebut,” harapnya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Fur’qon Nasir mengatakan, Bejod Magic Bamboo sendiri telah dirintisnya sejak tahun 2010 lalu. Adapun tujuan awal dirintisnya Bejod Magic Bamboo adalah untuk menghidupi kehidupan santri-santri yang berada di Pesantren Al-Fur’qon sendiri.

“Bejod Magic Bamboo sendiri memproduksi berbagai kerajinan tangan yang berbahan baku asli dari Bambu di Lebak. Dan Alhamdulillah sejak didirikan tahun 2010 lalu, Bejod telah berhasil mendapatkan pasar hingga luar negeri seperti German, Singapura, Thailand dan Jepang,” katanya.

Lebih jauh Nasir menuturkan, dengan diberi kesempatanya Bejod untuk mengikuti perhelatan Pameran TEI 2020, kedepan pihaknya akan terus berusaha menjaga kwaltas dan terus berkolaborasi dengan berbagai pelaku ekonomi kreatif lainnya, sehingga sinegritas dengan seluruh pelaku ekonomi kreatif dapat terjaga.

Dirinya juga berharap, melalui TEI-VE 2020 ini, produk kerjainan bamboo seperti Bejod Magic Bamboo yang ada di Kabupaten Lebak dapat lebihikenal dan diminati oleh kalangan pecinta ekonomi kreatif di dunia.

“Dengan demikian Insya Allah produk kerajinan Bejod Magic Bamboo walaupun dengan alat manual dan serba sederhana akan mampu bersaing untuk menembus pasar dunia. Becouse It’s Magic,”pungkasnya.

(Red)